
Photo
JawaPos.com- Cuaca di perairan Surabaya sedang kurang baik. Gelombang tinggi serta angin kencang tengah terjadi. Akibatnya, para nelayan di pesisir Tambak Wedi memutuskan untuk tidak melaut. Jika dipaksakan, perahu bisa terbalik.
Ketua Paguyuban Nelayan Tambak Wedi Mustafa mengatakan, cuaca buruk mulai terasa sejak Minggu (22/5) malam, sekitar pukul 20.00. Air pasang serta hantaman gelombang terjadi di pesisir perairan Tambak Wedi. Ditambah lagi, kencangnya angin di tengah laut.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar nelayan mengurungkan niat untuk melaut. Percuma dipaksakan. Bukan ikan atau rajungan yang didapat, justru bisa membahayakan diri sendiri. Perahu bisa rusak dan tenggelam akibat dihantam ombak.
”Tapi, masih ada (nelayan) yang nekat melaut. Sebab, mereka sudah telanjur menebarkan jaring di tengah. Dan sudah waktunya untuk didukung,’’ kata Mustafa kemarin (23/5).
Selain membahayakan, cuaca buruk memengaruhi hasil tangkapan. Yang biasanya bisa mendapatkan 15–20 kg rajungan, kali ini hanya separonya. Sebab, perahu tidak bisa dipaksakan berlayar ke tengah.
Hanya mengambil tangkapan di pinggiran. Itu pun derasnya arus serta ombak membuat jaring sulit untuk ditarik. Akhirnya, jaring ditarik dalam kondisi mesin perahu masih menyala.
”Sampai tadi siang (kemarin, Red) ombak masih besar. Tapi, mulai membaik. Namun, memilih tetap menahan diri melaut,’’ ucap dia. Mustafa menjelaskan, kondisi cuaca di laut sulit diprediksi. Kadang baik dan sekejap bisa berubah sebaliknya.
Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Adi Hermanto menjelaskan, perairan Jawa Timur, khususnya Surabaya, tengah dilanda angin streamline. Kecepatannya 15–30 knot dan ketinggian gelombang mencapai 1,25 meter. ’’Kondisi itu akan terjadi hingga 2–3 hari ke depan,’’ kata Adi.
Adi menjelaskan, kondisi di Selat Madura masih relatif kondusif. Kemarin (23/5) kondisinya berangsur membaik. Meski begitu, nelayan harus ekstrahati-hati jika ingin beraktivitas di laut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
