
Photo
JawaPos.con– Sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Surabaya menampik tudingan adanya pemaksaan untuk mendukung Lucy Kurniasari menjadi ketua DPC Demokrat Surabaya. Sebab, saat membubuhkan tanda tangan dukungan di depan notaris, para PAC mengaku tidak dipaksa. Mereka yakin di tangan Lucy, Demokrat Surabaya kembali bangkit.
Ketua PAC Gubeng Pudjianto mengatakan, apa yang disampaikan oleh PAC yang mendukung Herlina Harsono Njoto tidak benar. Pertama, adanya paksaan untuk mendukung Lucy.
Pudjianto menjelaskan, tanda tangan dukungan itu dilakukan dua kali. Pertama pada September 2021, lalu kedua Januari 2022. ”Masak dua kali dipaksa? Kebohongan ini mengemuka saat mendekati musyawarah cabang (muscab),” tuturnya.
Saat membubuhkan tanda tangan pada 25 Januari lalu, setiap ketua PAC maju satu per satu. Notaris menanyakan dan memastikan kepada seluruh ketua PAC, apakah ada paksaan atau tidak. Semuanya kompak menjawab tidak ada paksaan. ”Dan direkam oleh notaris,” paparnya.
Ketua PAC Tegalsari Moch. Basori meluruskan informasi yang beredar saat ini bahwa saat Lucy memimpin Demokrat Surabaya, perolehan suara partai turun. Sebelumnya, pada periode 2014–2019 Demokrat mendulang 6 kursi, kemudian 2019–2022 turun menjadi 4 kursi.
Menurut dia, anggapan itu tidak tepat. Sebab, Lucy menjadi Plt ketua DPC Demokrat Surabaya seusai Pileg 2019. ”Seharusnya, yang bertanggung jawab Herlina karena saat itu dia menjabat ketua badan pemenangan pemilu (bapilu),” tuturnya.
Pandangan senada disampaikan Ketua PAC Mulyorejo Donny. Menurut dia, Lucy memiliki visi yang jelas, yakni ingin memajukan Demokrat Surabaya. Pandangan itu membuat dia menjatuhkan pilihan mendukung Lucy.
Sementara itu, Ketua PAC Kenjeran Mustakim, pendukung Herlina, mengatakan bahwa tanggung jawab pemenangan Pemilu 2019 seharusnya tidak dibebankan kepada ketua bapilu semata. Tugas itu menjadi tanggung jawab bersama. Yakni, seluruh kader partai, termasuk ketua DPC Demokrat Surabaya.
Ketua PAC Wonocolo Santoso mengungkapkan, Demokrat Surabaya membutuhkan pemimpin yang bisa memberikan kesejahteraan kepada anggotanya. Baginya, Herlina pilihan yang tepat. Sebab, srikandi Demokrat itu rajin turun ke masyarakat. ”Sudah tiga periode, Herlina berusaha terus dekat dengan konstituen dan kami,” jelasnya.
Menurut Santoso, dalam politik, pindah haluan dukungan sejatinya tak perlu dipersoalkan. Sebab, itu adalah bentuk demokrasi. Setiap kader memiliki pilihan masing-masing. Tentunya bisa jadi berbeda dengan orang lain.
Budi Santoso, mantan ketua PAC Pakal, ikut buka suara. Selama duduk sebagai ketua PAC Pakal, Santoso selalu patuh pada instruksi partai. Namun, saat Lucy menjabat Plt ketua DPC Demokrat, dia justru dilengserkan. ”Saya pernah absen pendidikan politik karena harus bekerja, mungkin karena itu lalu dicopot,” paparnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
