
Suasana Pasar Turi Baru Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Pemilik stan atau toko di Pasar Turi Baru Surabaya mengeluhkan aturan yang terus berubah-ubah dan terasa memberatkan. Padahal, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjanjikan memberikan keringanan pasca pembukaan kembali pada 20 Maret.
Pedagang mengeluhkan tingginya harga sewa dan listrik. Dalam sebulan, harus membayar Rp 480.000 untuk listrik ditambah PPn 11 persen.
”Aku kan nyewa di sini. Harganya 480 ribu dan PPn 11 persen. Tapi kalau buat yang punya toko di sini, harganya 200 ribu per bulan untuk listrik,” kata pedagang yang tak mau disebut namanya saat ditemui pada Minggu (8/5).
Perbedaan harga itu dirasa berat. Dia bertanya mengapa harga lebih mahal untuk penyewa daripada pemilik? Seharusnya, pengelola Pasar Turi Baru Surabaya memudahkan dan meringankan biaya.
”Apalagi pengunjung juga nggak banyak. Kan berat kalau harus bayar biaya sewa tahunan dan listrik bulanan,” keluh dia.
Dia menyewa 2 stan. Salah satu stan disewa di lantai LG, sementara 1 stan lainnya di lantai 2. Otomatis, dia harus membayar biaya listrik 2 kali lipat.
”Apalagi pengunjung rata-rata cuma di satu lantai, di lantai dasar ini soalnya lebih ramai. Jadi ya cukup memberatkan,” ujar dia.
Selama Lebaran, dia menyebut pengunjung tak begitu banyak. Fakta itu dirasa berbanding terbalik dengan target Pemerintah Kota Surabaya supaya Pasar Turi Baru menjadi jujukan warga untuk berbelanja saat Ramadan dan Lebaran.
”Nggak banyak (pengunjungnya). Mungkin karena belum banyak yang jualan, jadinya pengunjung nggak ke sini. Lha gimana mau jualan, wong harga sewanya selangit?” tutur dia.
Sebelumnya, pada Maret, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka Pasar Turi Baru yang nilai asetnya ditaksir sekitar Rp 1,56 triliun. Pembukaan itu diharapkan dapat mengembalikan kejayaan pusat perdagangan legendaris pernah memiliki omzet hingga Rp 15 miliar per hari.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis, tempat yang dulunya pernah menjadi pusat kejayaan perekonomian Jawa Timur dan Indonesia wilayah timur bakal kembali bangkit. Upaya untuk mengembalikan kejayaan Pasar Turi pasca mati suri 15 tahun itu tak lepas dari bantuan dan dukungan semua pihak.
”Hari ini soft opening Pasar Turi, setelah 15 tahun. Setelah didampingi kejaksaan, KPK, alhamdulillah akhirnya bisa kita buka Pasar Turi Baru ini,” kata Eri saat itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
