Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Mei 2022 | 05.30 WIB

237 SMP di Surabaya Daftar Kurikulum Merdeka secara Mandiri

Penerapan pembelajaran hybrid di salah satu SMP di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos - Image

Penerapan pembelajaran hybrid di salah satu SMP di Surabaya. Dipta Wahyu/JawaPos

JawaPos.com - Satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka terus bertambah. Di luar 79 sekolah penggerak, sebanyak 237 SMP negeri dan swasta mendaftar secara mandiri. Dengan begitu, total ada 316 SMP yang menerapkan kurikulum pembelajaran berbasis proyek mulai tahun ajaran 2022–2023.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan, jumlah itu diprediksi masih bisa bertambah. Sebab, semua sekolah bisa mendaftar mandiri melalui Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek.

’’Bergantung kesiapan lembaga. Sekolah bisa daftar mandiri,’’ kata Yusuf, Selasa (3/5).

Menurut dia, memang tidak ada target khusus bagi lembaga untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Tapi, cepat atau lambat semua satuan pendidikan harus mengimplementasikan kurikulum yang dicetuskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim tersebut.

Akan lebih baik jika sekolah menerapkannya mulai tahun ini. Dengan begitu, persiapan bisa lebih maksimal. ’’Tahun ini atau tahun depan sama saja. Lebih cepat lebih baik karena pasti harus menerapkan (Kurikulum Merdeka, Red),’’ papar Yusuf.

Sebelumnya, 79 sekolah negeri dan swasta yang berstatus sekolah penggerak secara otomatis ditetapkan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka. Perinciannya, 40 lembaga PAUD dan TK, 23 jenjang SD, dan 16 SMP. Untuk SMP negeri, misalnya, ada enam lembaga. Yaitu, SMPN 33, SMPN 62, SMPN 17, SMPN 9, SMPN 52, dan SMPN 51 Surabaya.

Yusuf menjelaskan, penerapan dilakukan bertahap. Di jenjang SD, penerapan awal hanya diperuntukkan kelas I, III, dan V. Tahun berikutnya diikuti kelas II, IV, dan VI. Dalam dua tahun, penerapan Kurikulum Merdeka di satu lembaga sekolah bisa tuntas.

Sementara itu, di jenjang SMP tahun pertama diterapkan untuk siswa kelas VII dan VIII. ’’Tidak serentak. Ada tahapannya,’’ ujar Yusuf.

Salah satu lembaga yang mendaftar secara mandiri adalah SMPN 30. Kepala SMPN 30 Surabaya Effendi Rantau menyampaikan, pihaknya sudah mendaftar melalui Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek. Pendaftaran dilakukan karena tidak ada batasan jumlah sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka. ’’Kami daftar mandiri,’’ kata Effendi.

Kurikulum Merdeka adalah metode baru yang diberlakukan Kemendikbudristek. Kurikulum tersebut dianggap memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, kurikulum yang diajarkan lebih sederhana dan mendalam. Kurikulum Merdeka akan fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik sesuai fasenya.

Kurikulum Merdeka juga fokus membentuk tumbuh kembang anak. Pembelajaran lebih banyak pada terapan yang menyenangkan. Dengan pola itu, siswa akan didorong lebih banyak berinteraksi di sekolah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore