Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 April 2022 | 18.34 WIB

10 Ribu Guru Ngaji dan Sekolah Minggu Dapat Gaji Rp 500 Ribu Per Bulan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kiri) menyerahkan jasa pelayanan secara simbolis. Humas Pemkot Surabaya - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kiri) menyerahkan jasa pelayanan secara simbolis. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada tenaga pendidik keagamaan (TPQ dan sekolah minggu) se-Kota Surabaya. Dalam pengarahan via daring dan luring itu, dilakukan penyerahan secara simbolis jasa pelayanan (Jaspel) 10.477 pendidik TPQ dan sekolah minggu se-Kota Surabaya.

Eri mengatakan, para pendidik TPQ dan sekolah minggu diberikan jaspel atau apresiasi sebesar Rp 500 ribu per bulan. Khusus kali ini, Pemkot Surabaya mencairkan jaspel selama tiga bulan sekaligus, Januari, Februari, dan Maret.

”Jadi, 3 bulan ini belum dicairkan. Saya minta untuk dicairkan bulan ini semua. Tapi ke depannya saya minta dicairkan tiap bulan, sembari kemenag dan pemkot mengevaluasi, apakah ada perubahan-perubahan di masing-masing TPQ dan sekolah minggu itu,” tutur Eri.

Menurut dia, pemberian apresiasi atau jaspel itu berasal dari APBD Surabaya untuk seluruh guru agama. ”Apalagi, saya sudah meminta tadi sebelum memulai pengajaran dan sesudah pengajaran untuk mendokan Kota Surabaya. Jadi, karena ini pakai APBD Surabaya, ya tolong didoakan Surabaya,” ujar Eri.

Eri menjelaskan, anak didik pasti calon pemimpin bangsa. Wali kota ingin semua agama membangun karakter anak-anak bangsa, selain dari karakter kebangsaan, ada karakter keagamaan juga.

”Nah, ketika pemimpin sudah berlandaskan agama, secara otomatis dia akan selalu untuk kepentingan umat, tidak untuk kepentingan pribadi,” papar Eri.

Oleh karena itu, dari agama Islam TPQ maupun sekolah minggu, ada juga Budha dan Hindu dan agama lain bersama-sama membentuk karakter anak-anak menyesuaikan ajaran agama masing-masing, sehingga dia bisa menerjemahkan keagamaannya itu ke dalam kehidupan sehari-hari.

”Dengan cara itu, insya Allah akan membuat Surabaya adem,” ucap Eri.

Wali kota berpesan kepada pendidik TPQ dan sekolah minggu tidak hanya menghafalkan. Namun, anak-anak bisa mengamalkan isi di kitab suci.

”Akan jadi bimbang ketika dia sudah hafal surat-surat tapi tidak tahu maksudnya, sehingga dalam menerjemahkan ke kehidupan mereka tidak akan bisa. Berbeda jika dia sudah hafal dan mengerti maksudnya, maka dia bisa mengamalkan ilmunya itu di dunia nyata,” kata Eri.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Indonesia di Kota Surabaya M. Alfan Nabhan menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya. Terutama atas kebijakan memberikan insentif kepada guru ngaji.

”Ini sangat berharga bagi para guru ngaji dan guru sekolah minggu. Apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya ini sangat luar biasa dan sangat menghargai kami. Terima kasih support dan atensinya Pak Eri,” ucap Alfan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore