
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (dua dari kiri) menyerahkan jasa pelayanan secara simbolis. Humas Pemkot Surabaya
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan kepada tenaga pendidik keagamaan (TPQ dan sekolah minggu) se-Kota Surabaya. Dalam pengarahan via daring dan luring itu, dilakukan penyerahan secara simbolis jasa pelayanan (Jaspel) 10.477 pendidik TPQ dan sekolah minggu se-Kota Surabaya.
Eri mengatakan, para pendidik TPQ dan sekolah minggu diberikan jaspel atau apresiasi sebesar Rp 500 ribu per bulan. Khusus kali ini, Pemkot Surabaya mencairkan jaspel selama tiga bulan sekaligus, Januari, Februari, dan Maret.
”Jadi, 3 bulan ini belum dicairkan. Saya minta untuk dicairkan bulan ini semua. Tapi ke depannya saya minta dicairkan tiap bulan, sembari kemenag dan pemkot mengevaluasi, apakah ada perubahan-perubahan di masing-masing TPQ dan sekolah minggu itu,” tutur Eri.
Menurut dia, pemberian apresiasi atau jaspel itu berasal dari APBD Surabaya untuk seluruh guru agama. ”Apalagi, saya sudah meminta tadi sebelum memulai pengajaran dan sesudah pengajaran untuk mendokan Kota Surabaya. Jadi, karena ini pakai APBD Surabaya, ya tolong didoakan Surabaya,” ujar Eri.
Eri menjelaskan, anak didik pasti calon pemimpin bangsa. Wali kota ingin semua agama membangun karakter anak-anak bangsa, selain dari karakter kebangsaan, ada karakter keagamaan juga.
”Nah, ketika pemimpin sudah berlandaskan agama, secara otomatis dia akan selalu untuk kepentingan umat, tidak untuk kepentingan pribadi,” papar Eri.
Oleh karena itu, dari agama Islam TPQ maupun sekolah minggu, ada juga Budha dan Hindu dan agama lain bersama-sama membentuk karakter anak-anak menyesuaikan ajaran agama masing-masing, sehingga dia bisa menerjemahkan keagamaannya itu ke dalam kehidupan sehari-hari.
”Dengan cara itu, insya Allah akan membuat Surabaya adem,” ucap Eri.
Wali kota berpesan kepada pendidik TPQ dan sekolah minggu tidak hanya menghafalkan. Namun, anak-anak bisa mengamalkan isi di kitab suci.
”Akan jadi bimbang ketika dia sudah hafal surat-surat tapi tidak tahu maksudnya, sehingga dalam menerjemahkan ke kehidupan mereka tidak akan bisa. Berbeda jika dia sudah hafal dan mengerti maksudnya, maka dia bisa mengamalkan ilmunya itu di dunia nyata,” kata Eri.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) Indonesia di Kota Surabaya M. Alfan Nabhan menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya. Terutama atas kebijakan memberikan insentif kepada guru ngaji.
”Ini sangat berharga bagi para guru ngaji dan guru sekolah minggu. Apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya ini sangat luar biasa dan sangat menghargai kami. Terima kasih support dan atensinya Pak Eri,” ucap Alfan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
