
PUNYA BANYAK RS: Dua tenaga kesehatan sedang memeriksa dokumen di teras RS Darmo. Surabaya akan memantapkan diri sebagai kota wisata medis. Di kota ini, setidaknya ada 50 RS yang siap menangani pasien. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Bukan hanya sebagai pusat kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), Surabaya juga unggul dalam berbagai fasilitas medis. Hal itu membuat konsep wisata medis terus didorong agar segera terwujud.
Tahun lalu pemkot melakukan soft launching program wisata medis di Surabaya. Rencana besar itu bertujuan agar kunjungan orang-orang ke Surabaya tidak sekadar berlibur atau jalan-jalan. Namun, juga dalam rangka mendapat pelayanan kesehatan.
Banyaknya rumah sakit ditambah dengan fasilitas yang mumpuni dan bertaraf internasional membuat ide wisata medis itu muncul. ’’Ide dasarnya sebenarnya orang yang sedang berobat atau mengakses layanan kesehatan bisa sekaligus menikmati wisata di Surabaya. Baik kuliner, heritage, maupun lainnya,’’ terang Koordinator Wilayah (Korwil) Surabaya Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jatim dr Didi D. Dewanto SpOG (K).
Misalnya, orang yang ingin medical check-up di Surabaya. Nanti mereka tidak hanya datang ke rumah sakit dan pulang. Ada tambahan penawaran lain yang disodorkan untuk berkeliling di Surabaya.
Begitu juga ketika ada orang yang ingin menjalani operasi, ada paket fasilitas yang diberikan. Pascaoperasi dan sembuh, mereka bisa sekaligus melipir ke tempat-tempat lain di Surabaya.
Dia mengatakan, dalam realisasi program itu ada berbagai pihak yang terlibat. Yakni, Pemkot Surabaya, Persi, dan perguruan tinggi, dalam hal ini dipegang Universitas Airlangga.
Hingga sekarang, persiapan agar wisata medis bisa berjalan terus dilakukan. Di antaranya, pembuatan aplikasi wisata medis. Kemudian, pembentukan badan usaha antara pemkot dan Unair.
’’Nanti ada aplikasi yang bisa diakses untuk memudahkan orang yang ingin menikmati wisata medis ini. Mulai pelayanannya hingga fasilitas pen_dukung. Pada tahap awal ini ada 16 rumah sakit yang bakal bergabung dalam wisata medis tersebut,’’ paparnya.
Karena itu, elemen pendukung seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan agen travel digandeng untuk ikut menyukseskan program tersebut. Didi menyebut dengan Surabaya sebagai kota metropolis, hal itu mudah dicapai.
Soal dukungan teknologi, Didi memastikan bahwa fasilitas medis di Surabaya sudah bertaraf internasional. Apa yang ada di luar negeri juga bisa dilakukan di sini. Dengan begitu, jika ingin mendapat pengobatan maksimal tidak perlu jauh-jauh, cukup di Surabaya sudah bisa tertangani.
’’Pastinya kami tahu bahwa Surabaya ini hub bagi daerah-daerah lain, terutama wilayah Indonesia Timur. Kami rasa kota ini sudah sangat siap untuk dibentuk sebagai wisata medis. Semoga tahun ini bisa segera berjalan,’’ paparnya.
TAWARKAN TEKNOLOGI DAN LAYANAN PREMIUM
- Surabaya menjadi salah satu pilot project medical tourism.
- Sasarannya, warga yang biasa berobat ke luar negeri kini cukup di Surabaya.
- Integrasi dunia medis dan pariwisata berpeluang besar mengerek perekonomian.
- Jika kondisi pandemi terus melandai, penerapan medical tourism bisa dilakukan.
- Pelayanan unggulan di setiap rumah sakit menjadi daya tawar kepada orang yang membutuhkan pelayanan medis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
