Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2024 | 18.05 WIB

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 700 Miliar untuk Bebas Genangan dan Banjir, Begini Kata Eri Cahyadi

Surabaya Targetkan 2027 Bebas Genangan dan Banjir (Radar Surabaya) - Image

Surabaya Targetkan 2027 Bebas Genangan dan Banjir (Radar Surabaya)

JawaPos.com- Upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menuntaskan genangan dan banjir tak habis-habis. Tampaknya upaya tersebut menelan anggaran yang besar.

Dilansir dari Radar Surabaya (Grup Jawa Pos) anggaran itu sebesar Rp 700 miliar. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, alokasi dana ratusan miliar tersebut digunakan untuk menuntaskan persoalan utama tiap tahun yang terjadi di Kota Pahlawan.

Diantaranya perbaikan saluran air yang ada di perkampungan. Tak hanya itu pembangunan sejumlah rumah pompa baru, box culvert, hingga pembangunan saluran primer juga harus dilakukan.

"Ada 451 titik genangan, sekarang dalam dua tahun tinggal 250 titik. Targetnya 2027 sudah tidak ada banjir. Butuh uang Rp 3,5 triliun saluran primer karena ketinggian permukaan laut lebih tinggi, butuh pompa,” ujar Cak Eri kemarin (17/1).

Besarnya kebutuhan dana untuk pengendalian banjir membuat ASN Pemkot Surabaya dituntut mengembangkan kreativitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka. Agar nantinya anggaran bisa diarahkan ke penanganan banjir. 

“Masyarakat harus tahu ada skala prioritas untuk anggaran pemkot. Kami selesaikan banjir, tapi jangan lupa ada anggaran untuk mengentaskan kemiskinan dan prioritas pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menilai anggaran penanganan banjir dalam APBD Kota Surabaya sangat realistis. Sebab, Surabaya adalah kota terbesar kedua setelah Jakarta.

“Dari anggaran Rp700 miliar tersebut, kontribusi terbesar untuk pengerjaan box culvert,” terangnya.

Baktiono menjelaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk menangani banjir. Salah satu hasil konkretnya adalah peresmian Rumah Pompa Gresikan Tambaksari. Selain itu, pemkot masih terus melanjutkan pembangunan saluran hingga rumah pompa baru yang sudah direncanakan sebelumnya.

Rumah Pompa Gresikan itu merupakan ide saya di Komisi C. Bersyukur sudah diresmikan Walikota Eri Cahyadi,” ungkapnya.

Baktiono menuturkan, ada beberapa solusi dalam penanganan banjir. Salah satunya adalah perbanyak pemasangan box culvert. Tujuannya untuk menampung air sementara.

"Kedua, perdalam sungai yang dulunya berfungsi sebagai irigasi. Dan, ketiga, pembangunan rumah pompa dengan kapasitas penyedot air cukup besar,” jabarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore