Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 20.35 WIB

Pasien Meningkat, Direktur Sebut RSUD Sidoarjo Barat Butuh Ruang Rawat Inap dan Tenaga Medis Tambahan

Gedung RSUD Sidoarjo Barat. - Image

Gedung RSUD Sidoarjo Barat.

JawaPos.com–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo Barat di Kecamatan Krian mendadak alami lonjakan jumlah pasien. Lonjakan pasien terjadi baik untuk antrean kontrol rutin maupun rawat inap.

Dilansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group) Direktur RSUD Sidoarjo Barat dr. Abdillah Segaf Al Hadad menyampaikan, lonjakan pasien itu akibat putusnya hubungan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan Rumah Sakit (RS) Anwar Medika sejak awal Januari.

Hal itu membuat pasien BPJS memilih RSUD Sidoarjo Barat sebagai tempat berobat. Lonjakan pasien sudah mulai terasa sejak akhir Desember 2023.

Lonjakan pasien itu membuat RSUD Sidoarjo Barat harus menerapkan kebijakan baru. Salah satunya pasien rawat inap yang kondisinya masih memungkinkan rawat jalan atau yang kondisinya sudah mulai membaik dipersilakan untuk pulang.

”Kebijakan itu diterapkan agar pasien yang lain bisa mendapatkan kamar, tetapi sebisa mungkin pasien yang datang tetap kami layani dengan baik,” ucap Abdillah Segaf Al Hadad.

Lonjakan pasien itu, menurut dia bisa dilihat dari pasien yang masuk ruang operasi. Biasanya hanya 20 pasien, saat ini bisa mencapai 40 pasien dalam sehari. Lonjakan pasien didominasi penderita penyakit jantung dan saraf.

”Kami sampai menggunakan ruang manajemen sebagai ruang rawat inap pasien. Sementara ruang manajemen pindah ke gedung belakang yang baru selesai dibangun,” papar Abdillah Segaf Al Hadad.

Selain kekurangan ruang rawat inap, pihaknya juga membutuhkan tenaga medis. Abdillah Segaf Al Hadad menyatakan, sudah meminta bantuan pada beberapa perguruan tinggi untuk mengirimkan dokter spesialis agar diperbantukan sebagai dokter tamu.

”Karena jika menunggu dokter spesialis dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) membutuhkan waktu lama. Begitu juga dengan jumlah tenaga perawat kesehatan, yang saat ini sedang dibutuhkan,” papar Abdillah Segaf Al Hadad.

Dia menyampaikan, perawat kesehatan yang telah direkrut dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih belum cukup. Pihaknya juga telah melaporkan terkait kurangnya jumlah perawat ke Bupati Sidoarjo.

”Sudah dilaporkan ke bupati terkait permasalahan kurangnya tenaga medis ini. Dalam waktu dekat akan dibahas dengan Asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ucap Abdillah Segaf Al Hadad.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore