
Photo
JawaPos.com- Kasus Covid-19 di wilayah aglomerasi Surabaya Raya, sejauh ini terus berada pada tren konsistensi penurunan. Baik di Surabaya, Sidoarjo maupun Gresik. Namun, berdasarkan hasil asesmen situasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sampai 12 Maret 2022, Surabaya Raya masih di level 2.
Apakah dengan hasil asesmen Kemenkes RI terbaru itu Surabaya Raya berhasil kembali ke 1 level pada perpanjangan PPKM Jawa-Bali sesuai Inmendagri? Tunggu saja, pengumuman pemerintah pusat pada hari ini (14/3). Yang jelas, sesuai Inmendagri Nomor 15 Tahun 2022, Surabaya Raya masih berada PPKM level 2.
Dari ketiga daerah aglomerasi itu, yang sejumlah indikatornya tampak paling baik adalah Gresik. Kasus konfirmasi 26,39 (tingkat 2), rawat inap rumah sakit (RS) 1,47 (tingkat 1), dan kematian 0,00 per 100 ribu penduduk per minggu (tingkat 1). Karena itu, Gresik pun kini berstatus ke zona kuning sesuai peta yang diunggah Pemprov Jatim. Artinya, tingkat persebarannya rendah.
Namun, demikian kasus aktif atau warga yang masih berstatus positif Covid-19 di Gresik masih relatif tinggi. Data sampai 13 Maret 2022, ada 559 kasus aktif. Jauh sebelumnya, Gresik pernah mencatatkan kasus aktif hanya tinggal 5 orang saja.
Sementara itu, untuk Surabaya, kasus konfirmasi tercatat masih 103,28 (tingkat 3), rawat inap RS 9,90 (tingkat 2), dan kematian 1,84 per 100 ribu penduduk per minggu (tingkat 2). Kendati nilai indikator tersebut masih tinggi, namun kasus aktif di Kota Pahlawan pun terus berkurang.
Pada pertengahan Februari 2022 lalu, kasus aktif di Surabaya di atas 5.000 orang. Kini, per 13 Maret, tinggal 2.356 orang. Kasus tambahan positif harian telah jauh berkurang. Pada Minggu kemarin (13/3), misalnya. Tambahan positif baru hanya 84 orang. Padahal, saat awal-awal lonjakan varian Omicron, tambahan kasus harian rata-rata di atas 1.000 orang.
Lantas, bagaimana dengan situasi Sidoarjo? Sejumlah indikator di Kota Delta, juga terus mengalami pelandaian. Kasus konfirmasi 41,22 (tingkat 2), rawat inap RS 3,14 (tingkat 1), dan kematian 0,56 (tingkat 1). Bed occupancy rate (BOR), belakangan juga terus menurun. Jika sebelumnya hampir menyentuh 80 persen, kini 28,46 persen. Adapun kasus aktif di Sidoarjo, masih 1.188 orang. Tertinggi kedua di Jatim di bawah Surabaya.
Yang jelas, dibandingkan dengan minggu sebelumnya, hasil asesmen situasi Covid-19 di Surabaya dan Sidoarjo, melihat sejumlah indikator tersebut memang terjadi terus menurun. Kendati begitu, sejauh ini masih masuk kategori zona oranye atau tingkat persebaran sedang. Jika tren positif tersebut terus membaik, maka sangat mungkin pada Ramadan nanti, Surabaya Raya kembali berada di PPKM level 1 seperti harapan banyak orang. Tidak abai, disiplin protokol kesehatan, dan penuntaskan vaksinasi tetap menjadi satu kuncinya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
