Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Maret 2022 | 21.48 WIB

Banjir Surabaya Butuh Solusi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Banjir setelah hujan lebat masih menjadi momok di Kota Surabaya. Misalnya, yang terjadi Kamis malam (10/3). Guyuran hujan selama dua jam membuat metropolis dikepung banjir.

Genangan terjadi di sejumlah jalan utama. Menurut laporan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), lokasi genangan sedikitnya terdapat di 15 titik. Ketinggian air bervariasi. Mulai 15 sentimeter sampai 40 sentimeter.

Genangan cukup parah di kawasan Ketintang, Gayungan. Jalan Raya Ketintang, Ketintang Selatan, dan Ketintang Madya langsung terendam beberapa saat setelah hujan mulai mengguyur sekitar pukul 18.00. Ketinggian genangan di kawasan itu mencapai 25–35 sentimeter. Kontan saja, banyak pengendara yang terjebak. ”Saya sampai enggak bisa lewat,’’ tutur Suheri kepada Jawa Pos kemarin (11/3).

Pria 47 tahun itu hendak pulang ke rumahnya di Jalan Kebonsari IV. Namun saat melintasi Ketintang Madya pukul 19.30, Honda Vario yang dikendarainya mogok. Motornya kemasukan air yang menggenang. Maklum, ketinggian air hampir menyentuh lutut. ”Sudah sering kejebak banjir di Ketintang,’’ ujar pegawai swasta itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Surabaya Ridwan Mubarun membenarkan bahwa kawasan Ketintang menjadi salah satu yang terparah terdampak banjir. Kondisi itu, kata dia, diperparah oleh air dari saluran yang pada saat bersamaan meluber ke jalan-jalan raya. Saluran tidak mampu menampung volume air dari Rolak Gunungsari. ”Airnya meluber,’’ kata Ridwan.

Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Kota Surabaya pun dikerahkan untuk menyedot air. Namun, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat genangan benar-benar surut. Petugas bekerja keras hingga pukul 00.30 dini hari kemarin. ”Itu baru bisa surut,’’ tutur Ridwan.

Selain Ketintang, banjir juga melanda Jalan Rungkut Industri. Di sana, genangan air setinggi 30 sentimeter. Kondisi itu sangat menyulitkan para pengendara untuk menaiki kendaraannya. Kondisi yang sama terpantau di Jalan Margorejo. Bahkan, banyak pengendara yang sampai harus berhenti karena sulit mengendarai sepeda motornya.

Kondisi serupa terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Jemur Andayani, Simo Hilir, Darmo Hill, Mayjen Sungkono, hingga Jalan Raya Kupang Jaya. Genangan air yang cukup tinggi menyulitkan para pengendara.

Ridwan menyampaikan, semua petugas sudah all-out agar air cepat surut. Namun, curah hujan yang sangat tinggi membuat genangan sulit dikendalikan. Apalagi pada saat yang bersamaan, sungai-sungai besar berstatus siaga. Misalnya, Kali Jagir, Rolak Gunungsari, dan Kalimas. ’’Meski hanya dua jam, memang curah hujannya sangat tinggi,’’ jelasnya.

Kawasan Sukomanunggal termasuk area yang memiliki saluran air berbagai ukuran dengan permukiman yang padat. Kondisi tersebut memberikan tantangan tersendiri dalam penanganan banjir. Penertiban bangunan liar salah satunya. Setiap tahun pemetaan dan asesmen dilakukan untuk melihat bangli yang perlu dibongkar. ”Sekarang kita sedang lakukan penertiban bangunan di Simorejosari B,” ucap La Koli, camat Sukomanunggal.

Pihaknya juga sedang melakukan koordinasi pembuatan saluran tembusan di kawasan Donowati ke Simo Jawar. Keduanya merupakan upaya simultan untuk terus menekan terjadinya banjir.

Crossing Saluran Bisa Atasi Problem Tengah Kota


Penanganan banjir menjadi fokus Pemkot Surabaya 2022. Penanganan dilakukan mulai hulu sampai hilir. Caranya, memperbanyak tampungan air serta saluran baru untuk dialirkan ke sungai utama.

Pemkot pun bekerja keras mengurangi lokasi genangan. Berbagai langkah dilakukan untuk mengendalikan genangan air. Kawasan Ketintang yang dikenal rawan genangan menjadi perhatian.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan dalam menyelesaikan banjir di kawasan Ketintang akan dibangun saluran yang dapat langsung mengalirkan air ke Sungai Rolak Gunungsari. Pembangunan saluran dilakukan tahun ini. Dengan saluran baru itu, beban saluran lama diharapkan bisa dikurangi. Dengan demikian, volume air bisa tertampung dalam jumlah besar. ”Jadi, kita buatkan crossing yang masuk langsung ke Kali Rolak Gunungsari,’’ jelas Eri.

Setelah proses lelang tuntas, Eri menargetkan pembangunan crossing saluran di kawasan Ketintang bisa tuntas secepatnya. Misalnya, dalam waktu tiga bulan. Proyek itu berada dalam kewenangan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.

Selain Ketintang, kawasan tengah kota juga menjadi perhatian. Yaitu, Jalan Basuki Rahmat dan kawasan Taman Apsari.

Kepala Dinas SDABM Kota Surabaya Lilik Arijanto menyampaikan, sudah ada skema untuk mengatasi genangan di pusat kota. Caranya adalah dengan membuat saluran di Jalan Embong Kenongo yang langsung menuju Sungai Kalimas.

Dari pantauan SDABM, genangan yang terjadi di pusat kota disebabkan pompa air di sisi timur Grahadi tidak mampu menampung debit air.

CARA ATASI GENANGAN TENGAH KOTA

Ketintang

- Dibuat saluran baru yang mengalirkan air ke Sungai Rolak Gunungsari.

Jalan Basuki Rahmat

- Bikin crossing saluran di depan Hotel Inna Simpang untuk dialirkan ke pompa Kenari.

Taman Apsari

- Untuk menangani banjir di kawasan Taman Apsari, akan dibuatkan saluran di Jalan Embong Kenongo yang langsung menuju Sungai Kalimas.

Jalan Dharmahusada

- Untuk mengatasi genangan di kawasan ini, pemkot menambah kapasitas di Rumah Pompa Kalidami.

Lontar dan Wiyung

- Pemkot akan membangun dua boezem baru sebagai daerah tangkapan air. Upaya lainnya adalah dengan meninggikan sejumlah jembatan agar aliran air tidak tersendat.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore