
Photo
JawaPos.com – Banjir setelah hujan lebat masih menjadi momok di Kota Surabaya. Misalnya, yang terjadi Kamis malam (10/3). Guyuran hujan selama dua jam membuat metropolis dikepung banjir.
Genangan terjadi di sejumlah jalan utama. Menurut laporan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), lokasi genangan sedikitnya terdapat di 15 titik. Ketinggian air bervariasi. Mulai 15 sentimeter sampai 40 sentimeter.
Genangan cukup parah di kawasan Ketintang, Gayungan. Jalan Raya Ketintang, Ketintang Selatan, dan Ketintang Madya langsung terendam beberapa saat setelah hujan mulai mengguyur sekitar pukul 18.00. Ketinggian genangan di kawasan itu mencapai 25–35 sentimeter. Kontan saja, banyak pengendara yang terjebak. ”Saya sampai enggak bisa lewat,’’ tutur Suheri kepada Jawa Pos kemarin (11/3).
Pria 47 tahun itu hendak pulang ke rumahnya di Jalan Kebonsari IV. Namun saat melintasi Ketintang Madya pukul 19.30, Honda Vario yang dikendarainya mogok. Motornya kemasukan air yang menggenang. Maklum, ketinggian air hampir menyentuh lutut. ”Sudah sering kejebak banjir di Ketintang,’’ ujar pegawai swasta itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Surabaya Ridwan Mubarun membenarkan bahwa kawasan Ketintang menjadi salah satu yang terparah terdampak banjir. Kondisi itu, kata dia, diperparah oleh air dari saluran yang pada saat bersamaan meluber ke jalan-jalan raya. Saluran tidak mampu menampung volume air dari Rolak Gunungsari. ”Airnya meluber,’’ kata Ridwan.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMKP) Kota Surabaya pun dikerahkan untuk menyedot air. Namun, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat genangan benar-benar surut. Petugas bekerja keras hingga pukul 00.30 dini hari kemarin. ”Itu baru bisa surut,’’ tutur Ridwan.
Selain Ketintang, banjir juga melanda Jalan Rungkut Industri. Di sana, genangan air setinggi 30 sentimeter. Kondisi itu sangat menyulitkan para pengendara untuk menaiki kendaraannya. Kondisi yang sama terpantau di Jalan Margorejo. Bahkan, banyak pengendara yang sampai harus berhenti karena sulit mengendarai sepeda motornya.
Kondisi serupa terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Jemur Andayani, Simo Hilir, Darmo Hill, Mayjen Sungkono, hingga Jalan Raya Kupang Jaya. Genangan air yang cukup tinggi menyulitkan para pengendara.
Ridwan menyampaikan, semua petugas sudah all-out agar air cepat surut. Namun, curah hujan yang sangat tinggi membuat genangan sulit dikendalikan. Apalagi pada saat yang bersamaan, sungai-sungai besar berstatus siaga. Misalnya, Kali Jagir, Rolak Gunungsari, dan Kalimas. ’’Meski hanya dua jam, memang curah hujannya sangat tinggi,’’ jelasnya.
Kawasan Sukomanunggal termasuk area yang memiliki saluran air berbagai ukuran dengan permukiman yang padat. Kondisi tersebut memberikan tantangan tersendiri dalam penanganan banjir. Penertiban bangunan liar salah satunya. Setiap tahun pemetaan dan asesmen dilakukan untuk melihat bangli yang perlu dibongkar. ”Sekarang kita sedang lakukan penertiban bangunan di Simorejosari B,” ucap La Koli, camat Sukomanunggal.
Pihaknya juga sedang melakukan koordinasi pembuatan saluran tembusan di kawasan Donowati ke Simo Jawar. Keduanya merupakan upaya simultan untuk terus menekan terjadinya banjir.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
