
Sejumlah perwakilan penghuni Rusunawa Gunungsari berdialog dengan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Kamis (11/1). (Mus Purmadani/Radar Surabaya)
JawaPos.com – Masih belum menemukan solusi terkait jaringan listrik yang dipadamkan oleh pengelola Rusunawa Gunungsari, delapan orang perwakilan dari 68 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di rusunawa tersebut akhirnya menemui Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pada Kamis (11/1).
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), tujuan utama mereka menemui Wakil Gubernur Jawa Timur itu adalah untuk meminta solusi terkait permasalahan mereka. Dalam pertemuannya, beberapa warga penghuni Rusunawa Gunungsari mulai mengeluarkan keluh kesahnya.
Koordinator warga Rusunawa Gunungsari, Bayu Kuntoro mengatakan, aliran listrik untuk 68 dari 260 warga penghuni Rusunawa Gunungsari dipadamkan oleh Cipta Karya selaku pengelola rusunawa. Pemadaman itu sudah berlangsung selama 1,5 bulan.
Diketahui, pemadaman terhadap 68 unit di Rusunawa Gunungsari itu terjadi karena para penghuni menunggak sewa rusunawa selama dua tahun. Rata-rata, ke-68 warga itu merupakan warga eks stren Kali Jagir yang sulit bekerja setelah mereka di relokasi. Mereka yang listriknya dipadamkan ini sudah tinggal di Rusunawa Gunungsari sejak tahun 2011.
“Rata-rata yang menunggak ini warga eks stren Kali Jagir. Setelah direlokasi dari Jagir, banyak yang tidak bisa bekerja. Kerjanya serabutan. Ada yang jual nasi bungkus, ojek online tapi sepi order, akhirnya menunggak sewa. Selama ini tidak ada pembicaraan dari Dinas Sosial maupun pengelola,” jelas Bayu.
Menurutnya, pihak pengelola sangat sulit diajak bicara secara baik-baik untuk mencari solusi. Pengelola rusunawa tersebut ingin langsung dibayar lunas dan tak boleh dicicil. “Bahkan, ada yang sudah membayar Rp 2 juta dengan harapan listriknya bisa nyala, tetap saja gak ada solusi. Padahal, warga itu nyari uangnya dari utang sana-sini,” imbuhnya.
Bayu juga mengungkapkan bahwa, berbagai solusi sudah diupayakan oleh 68 penghuni tersebut. Mulai dari menemui Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.
“Tapi gak mau ditemui. Maunya lunas,” terangnya.
Sementara itu, Hendro, salah satu warga Rusunawa Gunungsari, berharap agar harga sewa yang sempat dinaikan menjadi Rp295 ribu dari yang awalnya Rp 235 ribu itu bisa diturunkan kembali.
“Lha wong Rp 235 ribu saja kita keberatan kok malah dinaikkan,” ujarnya.
Merespon hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, pihaknya telah menelpon Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
“Pak Kadis siap dari 260 penghuni, hampir 200 warganya siap memenuhi kewajiban. Nah, versi tim kami untuk yang 68 warga ini jika diberikan keistimewaan, maka tidak adil bagi warga lainnya,” ungkap Emil.
Menurut Emil, 68 warga yang listriknya dipadamkan itu dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Sehingga, dirinya meminta agar Dinsos dapat membantu mencarikan solusi untuk ke-68 warga rusunawa tersebut.
“Kami juga menjaga apa yang sudah disepakati oleh warga yang hampir 200 ini terdemotivasi untuk memenuhi kewajiban hunian. Nah, untuk yang 68 ini kalau memang sudah konkret kondisinya, maka perlu adanya intervensi dari pemerintah,” jelas Emil.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
