
Photo
JawaPos.com- Kapasitas pengolahan konsentrat hasil dari tambang PT Freeport terus ditingkatkan. Sabtu (19/2), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama perluasan pabrik PT Smelting di Gresik.
Selama ini, PT Smelting baru menyerap over konsentrad 1 juta ton. Dengan penambahan kapasitas sebesar 30 persen, maka pengolahan akan bertambah menjadi 1,3 juta ton.
Belum lagi, nanti dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), akan menambah menjadi 2 juta ton konsentrat per tahun oleh PT Freeport. Bahkan, nantinya bisa diolah di dalam negeri 100 persen.
"Kapasitas saat ini mencapai 300 ribu ton, dan dengan perluasan melalui investasi sebesar Rp 3,2 triliun ini diharapkan bisa menjadi 342 ribu hingga 350 ribu ton katoda tembaga per tahun," kata Airlangga, dalam sambutannya.
Perluasan tersebut juga melengkapi apa yang sebelumnya diresmikan Presiden Joko Widodo. Dengan perluasan dan pengembangan industri di Gresik, diharapkan seluruh produksi PT Freeport bisa diproses di dalam negeri.
Hal itu, lanjut Airlangga, menjadi bukti kekuatan Indonesia di Industri bisa terus ditingkatkan. Dan, Gresik diharapkan bisa menjadi kluster pengelolaan industri konsentrad.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis dan Komersial PT Smelting Irjuniawan P. Radjamin mengatakan, pembangunan perluasan pabrik itu membutuhkan waktu dua tahun. "Ditargetkan, pembangunan selesai sebelum akhir Desember 2023," katanya.
Selama ini, kata dia, PT Smelting mengolah konsentrat tembaga hasil tambang PT Freeport Indonesia di Papua. PT Smelting mempunyai tiga pabrik, terdiri atas pabrik peleburan (smelter), pabrik pemurnian (refinery) dan pabrik asam sulfat.
‘’Pekerjaan ekspansi kali ini untuk manambah pabrik asam sulfat baru. Juga, menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter dan menambah jumlah sel elektrolisa di refinery,” jelas Wawan, panggilan akrabnya.
Dengan pembangunan pabrik baru tersebut, PT Smelting yang semula hanya mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, akan meningkat menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun. Kapasitas produksi akan meningkat dari 300 ribu ton menjadi 342 ribu ton katoda tembaga per tahun.
"PT Smelting terus berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap negeri. Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, tentu akan makin mengokohkan Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga dunia," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
