Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Februari 2022 | 23.48 WIB

Jalur Kereta Surabaya–Sidoarjo Dulu, Baru Gerbangkertosusila

Sejumlah penumpang menaiki gerbong kereta api lokal saat tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya kemarin (11/6), Hari ini PT. KAI kembali mengoperasikan kereta api reguler untuk jarak menengah . (Ahmad Khusaini / Jawa Pos) - Image

Sejumlah penumpang menaiki gerbong kereta api lokal saat tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya kemarin (11/6), Hari ini PT. KAI kembali mengoperasikan kereta api reguler untuk jarak menengah . (Ahmad Khusaini / Jawa Pos)

JawaPos.com – Lima proyek strategis hasil kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah federal Jerman bakal digarap di Jatim. Dua di antaranya adalah pembangunan moda transportasi baru berbasis kereta, yakni Surabaya regional railway line (SRRL) dan autonomous-rail rapid transit (ART).

Dua moda itu bakal mengoneksikan Surabaya dengan kawasan Gerbangkertosusila Jatim. Tahapan proyek-proyek tersebut segera dimulai. Fase awal adalah pra-feasibility study (FS) alias prastudi kelayakan.

Kasi Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Widyo Priyatmoko menjabarkan, saat ini proyek SRRL masih dalam tahap kajian. Pada tahap pertama, transportasi berbasis jalur rel itu akan menghubungkan Surabaya–Sidoarjo dengan panjang jalur sekitar 27 kilometer. ”Dari semua jalur itu, 19 kilometernya merupakan double track,” terangnya.

Rute kereta SRRL adalah Wonokromo–Sidoarjo. Pada tahap lanjutan, rutenya bisa sampai ke Gresik, Lamongan, hingga Mojokerto. ”Untuk skemanya sampai sekarang belum fix. Apakah menggunakan skema jalur elevated (atas) atau jalur jalan,” katanya.

Sementara itu, ART akan menghubungkan Surabaya (lewat Pasar Turi) dengan Bangkalan. Modanya berupa kereta tanpa rel. ”Tapi untuk proyek ini, meski sudah masuk dalam pra-FS dari program kerja sama Indonesia dan Jerman, pembahasannya belum begitu detail,” katanya.

Pakar laboratorium transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Hera Widyawati mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam menyediakan pilihan moda transportasi. ”Semakin banyak pilihan semakin bagus bagi masyarakat,” ucapnya kemarin.

Pilihan moda transportasi akan makin menarik minat masyarakat berpindah ke transportasi publik. Saat ini mayoritas mobilitas masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi. Di Surabaya, misalnya, dominasi sepeda motor di jalan tembus 60–70 persen. Sangat mendominasi dan menjadi penyebab kecelakaan paling tinggi.

SEKILAS TENTANG DUA PROYEK JALUR TRANSPORTASI GERBANGKERTOSUSILA

Surabaya Regional Railway Line (SRRL)

Berupa layanan kereta yang menghubungkan Surabaya dengan kawasan Gerbangkertosusila.

Pembiayaan: Fase pertama mencapai USD 337,9 juta (berasal dari dana hibah sebesar USD 89,2 juta dan pinjaman USD 248,75 juta).

Autonomous-rail Rapid Transit (ART) Surabaya–Bangkalan

Sesuai Perpres 80/2019, Surabaya–Bangkalan menjadi salah satu kota yang direncanakan dibangun trem otonom. Modanya berupa kereta tanpa rel.

Beberapa alternatif rute yang disiapkan:

- Stasiun Pasar Turi–Pelabuhan Ujung

- Stasiun Pasar Turi–Jembatan Suramadu (via Kenjeran)

- Stasiun Pasar Turi–Jembatan Suramadu (via JLLT)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore