Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 19.41 WIB

Lambung Korban Rusak Akibat Zat Metanol, Pengacara Minta Pengelola Cruz Lounge Bertanggung Jawab

Ilustrasi police line - Image

Ilustrasi police line

JawaPos.com – Renald Christoper, pengacara Mitra Ohello, salah seorang korban yang selamat seusai menenggak miras di Cruz Lounge Vasa Hotel, meminta pihak pengelola tempat hiburan itu bertanggung jawab. Sebab, dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan zat metanol yang larut dalam tubuh korban.

Renald mengatakan, zat metanol ditemukan di dalam lambung Mitra. Organ yang berfungsi memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil itu rusak karena kadar alkohol yang berlebihan.

”Saat ini Mitra masih sangat lemas. Lambungnya nyeri. Mual dan kerap muntah jika mengonsumsi makanan, lalu sakit tenggorokan serta pusing yang berlebihan,” ucapnya.

Dugaan sementara, zat metanol itu bercampur dengan miras saat bartender meracik minuman. Saat dikonsumsi, miras yang disajikan tersebut menjadi sangat beracun. Apabila kerusakannya parah, Mitra dipastikan harus rutin cuci darah.

Berdasar temuan zat metanol itu, Renald meminta Vasa Hotel bertanggung jawab. Menurut dia, sejauh ini pihak Vasa belum menunjukkan iktikad baik. ”Sampai saat ini, mereka (pihak pengelola tempat hiburan) belum menjenguk korban. Termasuk Mitra. Mereka seperti tidak merasa bersalah,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Renald akan menemui pihak Vasa Hotel. Dia berharap pihak hotel bertanggung jawab. Apabila pertemuan itu tidak membuahkan hasil, Renald akan membuat laporan ke polisi.

Lebih lanjut, Renald mengatakan, semua bukti rekam medis sudah diserahkan ke polisi. Dengan bukti-bukti itu, dia berharap proses penyelidikan berjalan cepat.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, petugas sudah memeriksa 13 saksi. Itu meliputi korban yang selamat, manajemen Vasa Hotel, dan bartender.

Meski sudah menerima bukti-bukti dari kuasa hukum Mitra, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Hendro, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari Labfor Polda Jatim.

”Saat ini masih kami pelajari. Kami juga mencocokkan keterangan yang diberikan saksi. Termasuk bartender. Mohon bersabar,” kata Hendro.

Sementara itu, Asisten Direktur Marcomm Vasa Hotel Surabaya Mega Tarina menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. Sebab, proses penyelidikan pihak kepolisian masih berjalan. ”Mohon maaf, belum bisa memberikan statement,” jelasnya.

Pihak Vasa, kata Mega, mendukung proses penyelidikan. Serta menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada kepolisian. Selama proses penyelidikan, hingga kemarin (3/1) Cruz Lounge Vasa Hotel belum beroperasi. ”Masih stop beroperasi dulu,” terang Mega. (ian/ata/c6/aph)

BAHAYA METANOL BAGI TUBUH

- Zat metanol bersifat lebih beracun ketimbang etanol.

- Metanol berfungsi untuk pelarut dan bahan bakar, termasuk bahan disinfektan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore