
Photo
JawaPos.com- Surabaya menambah destinasi wisata baru. Yakni, kampung kue di Jalan Rungkut Lor II, Surabaya. Kemarin (8/2), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah meresmikan kampung itu sebagai Kampung Wisata Kue. Layak dikunjungi.
Deretan stan tampak berjejer di sisi utara di gang II. Beragam kue ada, Ada bikang, lemper, dadar gulung, onde-onde, pastel, bolu pisang, dan jenis jajanan lainnya. Kue yang dibuat dan dijual ibu rumah tangga itu menggunakan bahan terbaik, berkualitas, dan bebas bahan pengawet. Harganya relatif murah,
Choirul Mahpuduah, koordinator Kampung Wisata Kue, mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang telah memberdayakan warga melalui UMKM.
”Pak Wali menekankan agar mindset ibu-ibu ini sebagai manajer, bukan lagi pedagang biasa,” ujar perempuan yang kerap disapa Irul tersebut kepada Jawa Pos kemarin (8/2).
Bagi dia, predikat itu bukan akhir. Melainkan awal untuk tetap dan terus berbenah. Satu hal yang menjadi evaluasi adalah mewujudkan kampung sebagai jujukan wisata. Karena itu, satu bulan ke depan, pihaknya akan mengebut mewujudkan kampung ini sebagai jujukan warga.
‘’Setidaknya ada unsur edukasi dan wisata di sini. Ya, kami juga didampingi dinkes untuk quality control-nya,” paparnya.
Irul menambahkan, informasi tentang Kampung Wisata Kue pun sudah mulai menyebar. Pekan ini, akan ada kunjungan dari Sidoarjo. ‘’Semoga ibu-ibu semakin semangat lagi,” tambahnya.
Camat Rungkut M. Habib menyebutkan, ada 1.552 pelaku UMKM di wilayah kerjanya. Sebanyak 71 pelaku UMKM di antaranya berasal dari Kampung Wisata Kue. ”Alhamdulillah, ada 40 persen yang sudah memiliki nomor induk berusaha (NIB). Sisanya dituntaskan secepatnya,” kata mantan lurah Simomulyo Baru tersebut.
Sejak 2009, lanjut dia, pelaku UMKM kampung kue telah melayani pedagang dari berbagai daerah. Omzet rata-rata mencapai Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta per hari. ”Ini bisa angkat perekonomian, khususnya di Kecamatan Rungkut,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Eri Cahyadi menginginkan Kampung Wisata Kue menjadi pahlawan ekonomi. Artinya, pelaku UMKM dapat membuka lapangan kerja baru. ”Jadi, dia (warga pembuat kue, Red) memiliki pegawai-pegawai baru. Itu yang saya kembangkan,” jelasnya.
Pihaknya juga bakal menata suasana di Kampung Wisata Kue layaknya Tunjungan Romansa. Bukan hanya kampung kue, penataan juga mesti dilakukan di beberapa wilayah di perkampungan lain.
Eri berharap setiap kampung di Kota Surabaya menjadi objek wisata yang mampu mengangkat perekonomian warga lokal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
