
Photo
JawaPos.com – Selepas dihantam pandemi, kini ekonomi Surabaya berangsur pulih. Para pakar ekonomi memprediksi pada 2022 pembangunan fisik kembali menggeliat. Salah satunya pengerjaan gedung-gedung perkantoran.
Hal itu diungkapkan Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto. Ke depan kebutuhan akan perkantoran kembali naik. Seiring berbagai sektor yang pulih dan membutuhkan kantor sebagai ruang berkegiatan.
”Sektor perusahaan seperti pendidikan hingga finansial seperti perusahaan peer-to-peer lending (P2) kembali aktif mencari kantor. Hal ini menunjukkan tahun lalu masih ada potensi,’’ ujarnya.
Tingginya kebutuhan akan kantor itu menjadi sinyal positif. Ekonomi akan membaik. Ferry optimistis okupansi perkantoran di Surabaya kembali menguat.
Menurut Ferry, ketersediaan perkantoran di Surabaya kian melimpah. Tahun lalu ada dua proyek besar perkantoran yang rampung dibangun. Yakni, Ciputra World Surabaya (CWS) Office dan Satoria Tower. Beroperasinya dua tempat itu bakal menyumbang pasokan ruang kantor sebanyak 64.400 meter persegi.
Dengan demikian, jumlah kumulatif perkantoran tahun lalu menjadi 555.325 meter persegi. ”Tahun ini juga akan ada pasokan baru lagi, yakni seluas 93.950 meter persegi. Terus meningkat hingga tiga tahun ke depan sebanyak 125.000 meter persegi. Kebanyakan lokasinya ada di kawasan pengembangan superblok,” ujarnya.
Penambahan gedung perkantoran paling besar berada di wilayah Surabaya Barat. Sebab, di kawasan tersebut masih banyak lahan kosong. Ditambah lagi pesatnya pertumbuhan properti hunian di barat. Sementara itu, penambahan kantor paling kecil berada di Surabaya Timur.
Prediksi peningkatan jumlah perkantoran akan memberikan peluang besar bagi Surabaya. Dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) mencatat tahun ini sektor properti terus bergairah. Dia menangkap, gambaran itu lewat pertumbuhan investasi tahun lalu. Sektor perkantoran menjadi salah satu penyumbang nilai penanam modal terbesar.
‘’Market Surabaya di bidang properti besar. Apalagi banyak kegiatan ekonomi yang dihasilkan,’’ ujar Kasi Pengembangan Potensi dan Pengendalian DPMPTSP Taufiq Ervantri.
Pihaknya menjelaskan, kebutuhan perkantoran juga besar karena banyak pusat kegiatan ekonomi di sini. Mulai industri, transportasi, hingga jasa penunjang lain. Karena itu, kepemilikan kantor sebagai tempat usaha sangat dibutuhkan.
”Memang inilah keuntungan dari sebuah kota yang berperan sebagai citihub. Karena itu, konsentrasi kami di DPMPTSP juga mendorong pusat kegiatan ekonomi di Surabaya terus tumbuh. Mulai dari kemudahan perizinan dan lainnya,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
