
Ilustrasi kawasan hutan kota di Pakal, Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Capaian pengembangan hutan kota minimal 10 persen dari luas wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga saat ini dinilai masih jauh dari target ditetapkan.
Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya Josiah Michael mengatakan, saat ini luas hutan kota di Kota Pahlawan baru mencapai 306,35 hektare. Pemkot berjanji membangun 3.300 hektare dalam 10 tahun sejak disahkannya Perda Nomor 15 Tahun 2014 tentang Hutan Kota.
”Capaian ini masih jauh dari target," ujar Josiah Michael seperti dilansir dari Antara, Minggu (16/1).
Legislator PSI itu lantas mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehingga kemajuan pembangunan hutan kota di Kota Surabaya lambat. Padahal Perda 15/2014 sudah berjalan 7,5 tahun.
Josiah Michael mengatakan, sisa waktu sebagai anggota DPRD Surabaya tinggal 2,5 tahun lagi. Sehingga, pihaknya menekankan agar Pemkot Surabaya memenuhi target luas hutan kota.
”Kami akan terus mengawal komitmen Pemkot Surabaya untuk mengurangi emisi karbon dan peningkatan suhu udara. Apalagi kota Surabaya makin lama makin panas, makin tinggi suhunya,” ujar Josiah.
Selain itu, lanjut dia, hutan kota dapat berfungsi juga sebagai resapan untuk mencegah banjir. Untuk itu, masyarakat harus dilibatkan agar pembangunan hutan kota berhasil.
”Ini adalah tugas bersama menjaga Kota Surabaya. Walaupun aturan tersebut dibuat sebelum saya menjadi anggota dewan. Namun, saya merasa berkewajiban untuk mengawasi jalannnya perda yang telah dibuat itu,” tutur Josiah.
Pemkot Surabaya telah memperbanyak hutan kota di sejumlah wilayah sebagai upaya mencegah banjir dan menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Dalam Perda 15 Tahun 2014 tentang Hutan Kota diatur tentang target luas hutan kota di Surabaya, yakni sebesar 10 persen atau 3.500 hektare dari total luas wilayah Surabaya di kisaran 35 ribu hektare.
Saat ini, hutan kota yang sudah dimiliki Surabaya tersebar di sejumlah wilayah seperti di Pakal dengan luar 13 hektare, Balas Klumprik 4,3 hektare, dan kawasan Pamurbaya 500 hektare. Semua hutan kota itu dilengkapi waduk untuk mengendalikan air.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
