
Juara I KSH 2023 RW 08 Kelurahan Kedurus.
JawaPos.com–Tuntas sudah perjalanan ribuan RW se-Kota Surabaya dalam memperebutkan gelar juara Kampung Surabaya Hebat (KSH). Event tahunan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya itu tiba di puncaknya pada Sabtu (16/12).
Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiyo menyebut KSH menjadi langkah nyata untuk mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesehatan. Untuk mencapainya, dibutuhkan sinergi dari banyak segmen.
’’Kami, Jawa Pos, bangga menjadi bagian dari KSH. Ke depan, kami akan terus mendukung program pemkot melalui DLH ini dengan maksimal. Ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk membaur dengan masyarakat dan memajukan Kota Surabaya,” tutur Leak.
Berdasar hasil penilaian, inovasi yang digulirkan RW 08 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, berhasil membawa kampung tersebut menjadi juara I KSH 2023. Semua kategori penilaian dipenuhi dengan nilai baik. Mulai pengelolaan lingkungan, peningkatan ekonomi, kualitas kesehatan, sumber daya manusia (SDM), hingga hebat dalam teknologi.
Ketua RW 08 Kelurahan Kedurus Drs Khalid mengatakan, bersama warga mencari terobosan untuk melestarikan lingkungan, meningkatkan ekonomi, serta meng-upgrade kualitas SDM. Pilihan jatuh pada budi daya maggot belalang.
Maggot merupakan salah satu hama yang mengganggu. Namun, jika dibudidayakan dengan baik, malah menghasilkan cuan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Hewan itu mampu mengolah berbagai limbah organik dengan cepat, tidak menyebarkan penyakit, dan tidak menggigit sehingga aman dibudidayakan.
”Kami budi dayakan untuk dijual dalam dua bentuk. Yakni saat masih menjadi maggot yang bisa digunakan untuk pakan ternak serta saat sudah menjadi belalang bisa digoreng dan dipasarkan untuk makanan,” papar Khalid.
RW 08 Kelurahan Kedurus juga memiliki program lubsida. Yakni lubang sisa dapur. Sampah organik dari tiap-tiap rumah diletakkan ke pipa yang kemudian diolah menjadi pupuk untuk tanaman.
”Dengan adanya pemanfaatan pupuk untuk industri maggot dan penanaman, sampah bakal terkontrol,” tambah Khalid.
Di bidang kesehatan, warga membuat tim yang bertugas mengawasi langsung kesehatan seluruh masyarakat. Dengan begitu, jika ada masalah kesehatan, bisa langsung tertangani. Hasilnya, angka stunting 0 dan TBC hanya 1 warga.
”KSH ini menjadi momen kami untuk menyatukan langkah membangun kampung. Ke depan, kami terus bersinergi demi menciptakan kampung yang hebat. Kampung yang layak dan nyaman ditinggali anak cucu ke depan,” ucap Khalid. (ree/nof/c9/ran)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
