Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 20.52 WIB

Juara I KSH 2023, RW 08 Kelurahan Kedurus Manfaatkan Maggot Tingkatkan Ekonomi

Juara I KSH 2023 RW 08 Kelurahan Kedurus. - Image

Juara I KSH 2023 RW 08 Kelurahan Kedurus.

JawaPos.com–Tuntas sudah perjalanan ribuan RW se-Kota Surabaya dalam memperebutkan gelar juara Kampung Surabaya Hebat (KSH). Event tahunan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya itu tiba di puncaknya pada Sabtu (16/12).

Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiyo menyebut KSH menjadi langkah nyata untuk mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesehatan. Untuk mencapainya, dibutuhkan sinergi dari banyak segmen.

’’Kami, Jawa Pos, bangga menjadi bagian dari KSH. Ke depan, kami akan terus mendukung program pemkot melalui DLH ini dengan maksimal. Ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk membaur dengan masyarakat dan memajukan Kota Surabaya,” tutur Leak.

Berdasar hasil penilaian, inovasi yang digulirkan RW 08 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, berhasil membawa kampung tersebut menjadi juara I KSH 2023. Semua kategori penilaian dipenuhi dengan nilai baik. Mulai pengelolaan lingkungan, peningkatan ekonomi, kualitas kesehatan, sumber daya manusia (SDM), hingga hebat dalam teknologi.

Ketua RW 08 Kelurahan Kedurus Drs Khalid mengatakan, bersama warga mencari terobosan untuk melestarikan lingkungan, meningkatkan ekonomi, serta meng-upgrade kualitas SDM. Pilihan jatuh pada budi daya maggot belalang.

Maggot merupakan salah satu hama yang mengganggu. Namun, jika dibudidayakan dengan baik, malah menghasilkan cuan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Hewan itu mampu mengolah berbagai limbah organik dengan cepat, tidak menyebarkan penyakit, dan tidak menggigit sehingga aman dibudidayakan.

”Kami budi dayakan untuk dijual dalam dua bentuk. Yakni saat masih menjadi maggot yang bisa digunakan untuk pakan ternak serta saat sudah menjadi belalang bisa digoreng dan dipasarkan untuk makanan,” papar Khalid.

RW 08 Kelurahan Kedurus juga memiliki program lubsida. Yakni lubang sisa dapur. Sampah organik dari tiap-tiap rumah diletakkan ke pipa yang kemudian diolah menjadi pupuk untuk tanaman.

”Dengan adanya pemanfaatan pupuk untuk industri maggot dan penanaman, sampah bakal terkontrol,” tambah Khalid.

Di bidang kesehatan, warga membuat tim yang bertugas mengawasi langsung kesehatan seluruh masyarakat. Dengan begitu, jika ada masalah kesehatan, bisa langsung tertangani. Hasilnya, angka stunting 0 dan TBC hanya 1 warga.

”KSH ini menjadi momen kami untuk menyatukan langkah membangun kampung. Ke depan, kami terus bersinergi demi menciptakan kampung yang hebat. Kampung yang layak dan nyaman ditinggali anak cucu ke depan,” ucap Khalid. (ree/nof/c9/ran)

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore