
Paguyuban Pedagang Alun-Alun Kota Kediri (Foto: Ayu Isma/JPRK)
JawaPos.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri melakukan pertemuan dengan para pedagang yang mengeluh karena berhentinya proyek Alun-Alun Kota Kediri pada Rabu (13/12).
Saat pertemuan tersebut para pedagang juga meminta untuk bantuan modal usaha. Ada 97 PKL yang berjualan di Alun-Alun Kota Kediri. Saat proses pembangunan para PKL ini harus di pindah ke tempat relokasi. Sudah menempati relokasi para PKL ini mengeluh karena omzet yang mereka dapatkan ini turun.
Sejumlah 15 PKL di antaranya untuk berhenti berjualan karena pendapatan yang mereka hasilkan jauh dari modalnya. Adanya pemutusan kontrak proyek Alun-Alun Kota Kediri pada Kamis (30/11) lalu. Ini membuat pedagang harus menempati relokasi sampai satu tahun kedepan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan akan mendengar keluh kesah dari para pedagang.
“Saya akan banyak mendengar keluh kesah Bapak Ibu, gimana baiknya. Yang jelas, tahun ini belum bisa dilanjutkan (proyek alun-alun, Red). Anggap saja menunggu satu tahun lagi,” ujar Wahyu Kusuma Wardani dikutip Radar Kediri.
Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Kediri Subagiyo mengungkapkan bahwa, selama PKL dipindahkan banyak keluh kesah perihal omzet yang turun.
Sampai ada pedagang yang memutuskan berhenti berjual karena hasil pendapatan mereka tidak bisa menutup modal tiap harinya.
Karena kondisi ini, para pedagang ini memberikan usulan supaya mereka bisa mendapatkan bantuan modal.
“Kami hanya minta bantuan modal sekitar Rp 2 – 2,5 juta. Tapi saya bersyukur tadi dari dinas perdagangan optimis bisa mengabulkan Rp 2,5 juta,” ujar Subagiyo.
Wahyu merespons usulan dari para pedagang dan mengatakan bahwa pihak Disperdagin Kota Kediri berjanji untuk berusaha memberikan bantuan modal bagi pedagang. Dan akan memfasilitasi usulan perihal fasilitas para pedagang.
Usulan dari para pedagang yakni bebas retribusi kebersihan, bebas pembayaran Listrik, dan menyalurkan Listrik ke pedagang baru.
“Ini bukan kompensasi. Tapi mereka meminta bantuan modal Rp 2,5 juta per orang dalam setahun. Ini yang akan kami sampaikan kepada pimpinan. Kemudian, kita coba mengurangi beban mereka dengan menggratiskan retribusi kebersihan,” kata Wahyu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
