
Photo
JawaPos.com- Cerita penangkapan Yosep Bao Open alias Wilhelmus, tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang kabur, terbilang dramatis. Dari penjelasan Kasi Intel Deni Niswansyah dan Kasi Pidana Umum Kejari Gresik Firdaus Sabtu (13/12) siang, ternyata penuh lika-liku memburu terpidana kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tersebut.
Berhar-hari tim gabungan Polri, TNI, dan Kejari Gresik telah memburu pria 38 tahun itu. Setelah 10 hari berhasil melarikan diri sejak 2 Desember lalu, Wilhelmus berhasil ditangkap pada Senin (13/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, di Jalan Kasuari, Krembangan, Kota Surabaya.
"Dari hasil interogasi diketahui aksi kabur tersebut murni inisiatif pribadi. Selama pelarian dia bersembunyi di berbagai tempat seorang diri," ujar Deni kepada awak media di kantor Kejari Gresik Jalan Raya Permata Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kebomas, itu.
Sebetulnya, sejak Wilhelmus melarikan diri, petugas sudah langsung melakukan pengejaran. Petugas gabungan dikerahkan. Mereka menelusuri berbagai kemungkinan jalur yang akan dilalui terpidana asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu. Namun, Wilhelmus tampaknya banyak akal. Kemampuannya bersembunyi membuat petugas cukup kesulitan mencari jejaknya.
Deni menyebut, tahanan itu melakukan berbagai cara untuk dapat lolos dari kejaran petugas. Mulai menceburkan diri ke dalam gorong-gorong, bersembunyi di rumah hingga gedung kosong. "Nah, sejak tiga hari terakhir mulai ada titik terang dari jejaknya,’’ kata Deni.
Saat itu, petugas mendapat informasi, Wilhelmus berencana pulang ke kampung halamannya di Flores. Dengan menggunakan jalur laut melalui pelabuhan Tanjung Perak. Kabar itupun membuat petugas bergerak cepat. Termasuk stand by di pelabuhan Kota Surabaya itu.
Sebelum balik kampung, petugas sudah berhasil menemukan jejak Wilhelmus. Lokasinya di Jalan Kasuari, Krembangan. Tidak jauh dari Pelabuhan Tanjung Perak. Hanya berjarak 3,2 kilometer atau perjalanan sekitar 7 menit saja. Nah, Minggu (12/12) malam, petugas mulai bergerak untuk melakukan pengintaian. Begitu sudah pasti, langsung disergap.
Pada Senin (13/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, informasi sudah final. "Dia ditemukan di salah satu tempat kosong, di kawasan Jalan Kasuari, Krembangan,’’ ungkapnya.
Saat akan dilakukan penangkapan, Wilhelmus tidak menyerah begitu saja. Residivis kasus curanmor di NTT pada 2015 itu tetap berusaha melawan petugas. Bahkan, mencoba lari hingga di sekitar kawasan Jembatan Merah. Tidak ingin buruan lepas, petugas pun menembaknya. "Tim sempat melepas tembakan peringatan. Namun, tidak dihiraukan. Terpaksa diambil tindakan tegas terukur. Dengan melumpuhkan kedua kakinya," ujar Deni.
Peluru petugas itu akhirnya baru menghentikan langkah kaki Wilhelmus. Tersungkur. Lantas, petugas pun menggelandangnya masuk ke dalam mobil. Kini, Wilhelmus sudah berada di ruang tahanan Mapolres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
