
Photo
JawaPos.com- Usaha, kerja keras, dan keyakinan tinggi mengantarkan Deddy Kurnia dan Indranila menjadi pengusaha sukses di bidang industri rumah tangga. Kini, usaha aneka produk puding yang ditekuninya terus berkembang hingga mencapai omzet Rp 50 juta–80 juta per bulan.
Saat Jawa Pos berkunjung ke rumahnya Selasa (9/11), Deddy dan Indranila sibuk mempersiapkan pesanan puding tar karakter pesanan para customer di rumah produksi di Jalan Karang Empat Besar, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Dalam satu hari, setidaknya ada 5–10 pesanan puding art maupun tar. Belum lagi, aneka jenis puding lainnya berupa minuman puding dan puding sedot dalam kemasan botol. Usaha tersebut dirintis sejak 2014.
Saat kreativitas puding yang dibuat sang istri di-posting di media sosial, ternyata cukup banyak yang berminat memesan. Respons para pembeli pun sangat bagus. Rasanya enak dan bisa order sesuai dengan keinginan pembeli. ”Dari satu orang pembeli, lama-lama mereka repeat order. Pembeli pun semakin banyak,” kata dia.
Beberapa kali produk puding art dan karakter tersebut ikut pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendukung usahanya dengan mempromosikan produknya di setiap event. Produknya juga tersedia di sentra-sentra UMKM Surabaya.
”Produk kami (puding) semakin banyak yang pesan. Kami sempat keteteran karena harus membagi waktu sebagai karyawan dan menjalankan bisnis rumahan,” imbuhnya.
Hingga akhirnya, Deddy memutuskan untuk resign pada 2016. Bersama istri, bisnis puding dengan brand De’nil Pudding Surabaya itu akhirnya terus berkembang. Pada 2017, Deddy dan Indranila pun mendapatkan penghargaan dari Pemkot Surabaya sebagai juara I Pahlawan Ekonomi 2018. ”Kami dapat juara I kategori culinary business,” kata dia.
Tidak hanya puding art dan karakter, lanjut dia, produk pun berkembang dengan membuat minuman puding dan puding sedot. Bahkan, kini omzetnya mencapai Rp 50 juta–80 juta per bulan. ”Percaya tidak percaya, modal awal saya hanya Rp 200 ribu saat itu,” ujarnya.
Kini Deddy kerap menjadi mentor pelaku UMKM atau pahlawan ekonomi di Surabaya. Khususnya, spesialisasi puding. Yang terpenting dalam membuat produk makanan adalah kualitas. Hal itulah yang ditekankan kepada para pahlawan ekonomi yang dimentorinya.
”Harga mahal sedikit, tetapi rasa enak dan berkualitas. Pembeli pun tidak akan segan membeli lagi,” kata dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
