
Photo
JawaPos.com - Kuliner Surabaya memang tiada duanya. Salah satunya adalah rujak cingur yang sudah misuwur di mana-mana. Pantas jika sekarang makanan itu mendapat predikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali menetapkan 289 warisan budaya tak benda (WBTB). Predikat itu didasarkan pada sidang penetapan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek bersama Tim Ahli Warisan Budaya. Dengan penambahan tersebut, total ada 1.528 WBTB di seluruh Indonesia.
Salah satu kuliner khas Surabaya termasuk satu di antara 289 nama WBTB tersebut. Rujak cingur berhasil ditetapkan sebagai warisan budaya asli dari Kota Pahlawan. Hal itu tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga Surabaya.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya Antiek Soegiharti membenarkan hal tersebut. Rujak cingur asal Surabaya ditetapkan sebagai WBTB dalam sidang penetapan warisan budaya tak benda.
”Alhamdulillah, benar begitu. Sidangnya dilaksanakan pada Jumat (29/10) sore lalu,’’ terang Antiek.
Penetapan itu tentu menjadi kebanggaan. Rujak cingur yang sudah menjadi ciri khas Surabaya akan semakin melekat. Bahkan semakin dikenal di luar Surabaya.
”Selain sebagai makanan khas Surabaya, kuliner ini sarat akan sejarah. Saat pengajuan pun sudah kami sertakan dengan sejarah, kronologi, dan data penunjang lainnya,’’ terangnya.
Sementara itu, pakar sejarah Universitas Airlangga Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwar menyatakan, terkenalnya rujak cingur tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Bagian hidung dan bibir atas sapi dijadikan ikon kuliner tersebut lantaran pada zaman dulu kawasan Surabaya dan sekitarnya merupakan basis pemasok sapi. Alhasil, bahan itulah yang mudah didapat. Rasanya yang kenyal dan lembut saat digigit membuat siapa saja ketagihan.
Menurut Ikhsan, tidak melulu soal bangunan, kuliner juga bisa menjadi identitas kultural kota. Surabaya punya peluang itu terlepas dari statusnya sebagai Kota Pahlawan. ”Kuliner bisa dianggap sebagai ciri khas yang dapat diterima siapa pun,” ujar Ikhsan.
Menurut Ikhsan, Surabaya bisa menjadi contoh yang baik. Makanan khas selalu jadi suguhan, bahkan di event besar. ”Festival Rujak Cingur merupakan bagian dari upaya mempertahankan kuliner itu,” paparnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
