Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 November 2021 | 22.15 WIB

Sah, Rujak Cingur Jadi Warisan Budaya Asli Surabaya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kuliner Surabaya memang tiada duanya. Salah satunya adalah rujak cingur yang sudah misuwur di mana-mana. Pantas jika sekarang makanan itu mendapat predikat warisan budaya tak benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kembali menetapkan 289 warisan budaya tak benda (WBTB). Predikat itu didasarkan pada sidang penetapan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek bersama Tim Ahli Warisan Budaya. Dengan penambahan tersebut, total ada 1.528 WBTB di seluruh Indonesia.

Salah satu kuliner khas Surabaya termasuk satu di antara 289 nama WBTB tersebut. Rujak cingur berhasil ditetapkan sebagai warisan budaya asli dari Kota Pahlawan. Hal itu tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga Surabaya.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Surabaya Antiek Soegiharti membenarkan hal tersebut. Rujak cingur asal Surabaya ditetapkan sebagai WBTB dalam sidang penetapan warisan budaya tak benda.

”Alhamdulillah, benar begitu. Sidangnya dilaksanakan pada Jumat (29/10) sore lalu,’’ terang Antiek.

Penetapan itu tentu menjadi kebanggaan. Rujak cingur yang sudah menjadi ciri khas Surabaya akan semakin melekat. Bahkan semakin dikenal di luar Surabaya.

”Selain sebagai makanan khas Surabaya, kuliner ini sarat akan sejarah. Saat pengajuan pun sudah kami sertakan dengan sejarah, kronologi, dan data penunjang lainnya,’’ terangnya.

Sementara itu, pakar sejarah Universitas Airlangga Ikhsan Rosyid Mujahidul Anwar menyatakan, terkenalnya rujak cingur tidak terlepas dari sejarah masa lalu. Bagian hidung dan bibir atas sapi dijadikan ikon kuliner tersebut lantaran pada zaman dulu kawasan Surabaya dan sekitarnya merupakan basis pemasok sapi. Alhasil, bahan itulah yang mudah didapat. Rasanya yang kenyal dan lembut saat digigit membuat siapa saja ketagihan.

Menurut Ikhsan, tidak melulu soal bangunan, kuliner juga bisa menjadi identitas kultural kota. Surabaya punya peluang itu terlepas dari statusnya sebagai Kota Pahlawan. ”Kuliner bisa dianggap sebagai ciri khas yang dapat diterima siapa pun,” ujar Ikhsan.

Menurut Ikhsan, Surabaya bisa menjadi contoh yang baik. Makanan khas selalu jadi suguhan, bahkan di event besar. ”Festival Rujak Cingur merupakan bagian dari upaya mempertahankan kuliner itu,” paparnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore