Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 04.39 WIB

DPRD Surabaya Sebut Sekolah Masuk Dua Sif Mengganggu Psikologis Anak

Wakil Ketua DPRD Surabaya A. Hermas Thony. - Image

Wakil Ketua DPRD Surabaya A. Hermas Thony.

JawaPos.com–Wakil Ketua DPRD Surabaya A. Hermas Thony angkat bicara mengenai sekolah di Surabaya yang masih menerapkan kebijakan dua sif untuk masuk bagi para siswa. Menurut politikus Gerindra itu, kebijakan tersebut akan mengganggu kondisi psikologis siswa.

”Kondisi psikologis anak pasti akan terganggu. Sebab, kalau bangun pagi masih segar lalu berangkat sekolah kan lebih enak,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony kepada JawaPos.com.

Thony meminta agar Dinas Pendidikan Surabaya segera mengevaluasi kebijakan dua kali sif masuk sekolah. Apabila penyebabnya adalah soal infrastruktur, lanjut dia, lintas dinas harus duduk bareng.

Dia menilai, seharusnya Dinas Pendidikan Surabaya telah mengetahui data jumlah siswa sejak awal. Misalnya, jumlah berapa anak yang akan lulus dari SD ke SMP. Termasuk dari TK menuju SD.

”Belum lagi nanti guru yang harus mengajar dobel waktunya. Dikhawatirkan, kualitas materi atau pengajarannya kurang maksimal,” ucap Hermas Thony.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruf mengatakan, pihaknya akan segera mengevaluasi sistem atau kebijakan sekolah dua sif. Jika kualitas belajar mengajar akan tetap dijaga.

”Kami mengoptimalkan sumber daya manusia sebaik mungkin,” ungkap Yusuf Masruf.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore