
Ilustrasi. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com- Angka kejadian kanker payudara di Indonesia masih menempati peringkat pertama. Pernyataan itu diperoleh dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2020. Ironisnya, masyarakat Indonesia baru mendatangi fasilitas kesehatan saat stadium lanjut.
Melihat fakta itu, Kemenkes menggiatkan gerakan Deteksi Dini Kanker Payudara. Gerakan tersebut mengajak kerja sama tenaga kesehatan dan seluruh lapisan masyarakat.
Penjelasan itu dipaparkan dr Ajeng Tribawati SpB pada webinar di kanal Zoom, Sabtu (23/10). Agenda tersebut diadakan Rumah Sakit St Vincentius A. Paulo (RKZ).
Ajeng memaparkan bahwa di RKZ, dalam tiga bulan terakhir terdapat 17 pasien baru yang terdiagnosis kanker payudara. Sebanyak 70 persen di antaranya sudah stadium lanjut. Seluruh pasien itu adalah wanita dengan rentang usia 45–55 tahun.
Karena itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan payudara secara rutin. Bahkan sejak usia remaja, baik perempuan maupun laki-laki. Dimulai pemeriksaan payudara sendiri (sadari) secara rutin. Yakni, mengamati dan meraba payudara dan area ketiak.
”Jika terasa ada benjolan atau perubahan-perubahan pada kulit dan puting payudara, segeralah berkonsultasi dengan dokter,” ujar dokter spesialis bedah RKZ Surabaya itu.
Pemeriksaan biasanya akan dilanjutkan dengan metode ultrasonografi (USG), mamografi, dan atau MRI. Untuk mengetahui sifat benjolan jinak atau ganas, lebih disarankan pemeriksaan mamografi atau MRI payudara.
Ajeng juga mengimbau agar masyarakat tidak sampai terlambat untuk memeriksakan diri. Sebab, sebagian besar masyarakat baru merasa memerlukan pengobatan saat stadium penyakitnya sudah lanjut.
”Padahal, benjolan payudara belum tentu adalah kanker, 9 dari 10 benjolan pada payudara biasanya bersifat jinak,’’ ucap dia dalam agenda bertajuk Kanker Payudara: Kenali, Deteksi, dan Amankan itu.
Kabid Hospital Development & Relation RKZ dr Agung K. Saputra MARS mengatakan bahwa acara itu didakan bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker Payudara. Tujuannya, meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara.
Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan kepada pasien dan tenaga kesehatan. ”Tentunya untuk bersama-sama menurunkan angka kejadian kanker payudara,” ucap dia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
