
Photo
JawaPos.com – Sidoarjo menjadi derah dengan jumlah pendaftar haji paling banyak. Tidak hanya di Jatim, melainkan juga di Indonesia. Jumlah pendaftar haji pun terus bertambah. Sampai kemarin (21/10), sudah sebanyak 79.649 warga Kota Delta yang mendaftar haji dan menunggu keberangkatan ke Tanah Suci.
Ribuan calon jamaah haji (CJH) dari Sidoarjo tersebut terdiri atas warga yang mendaftar haji reguler mencapai 77.639 orang. Lalu, haji khusus sebanyak 2.010 orang. Haji khusus dulunya tidak lain dikenal dengan sebutan ONH plus. Mereka mendaftar pada travel penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Biayanya lebih tinggi. Namun, masa tunggunya lebih singkat. Rata-rata 8–9 tahun.
’’Jika mendaftar haji reguler, masa tunggu saat ini 33 tahun. Jika mendaftar awal tahun ini, perkiraan berangkat paling cepat pada 2053,’’ kata Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Sidoarjo Rohmat Nasrudin.
Meski masa tunggu semakin lama, animo warga untuk berhaji tetap tinggi. Tingginya semangat warga untuk mendaftar haji, lanjut dia, menjadi satu indikator kesadaran dalam beragama yang tinggi pada warga Sidoarjo. Selain itu, juga menunjukkan salah satu indikator tingkat perekonomian masyarakat Sidoarjo yang kian mapan.
Karena itu, pihaknya juga berharap ada penambahan kuota dari pemerintah Arab Saudi. Dengan begitu, masa tunggu bisa menjadi lebih pendek. Pada masa pandemi, jumlah warga Sidoarjo yang mendaftar haji pun tetap mencapai ratusan orang. Mereka tidak terpengaruh penundaan haji selama dua tahun berturut-turut.
Hingga September lalu jumlah pendaftar haji mencapai 445 orang. Bulan ini, mulai 1 hingga 20 Oktober, warga yang mendaftar haji sebanyak 281 orang.
Padahal, sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) sempat tidak aktif saat masa PPKM masih sangat ketat. Sebulan lebih tidak ada pendaftaran haji. Warga yang ingin mendaftar pun harus bersabar. Pendaftaran baru mulai aktif lagi pada 30 Agustus.
Dalam sehari, jumlah pendaftar rata-rata mencapai 20 orang. Paling banyak 30 orang. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi yang angkanya bisa sampai 45 hingga 50 orang per hari.
Meski berkurang, nyatanya Sidoarjo tetap menempati peringkat pertama jumlah pendaftar haji di provinsi dan tanah air. Masih banyaknya warga yang mendaftar haji itu pun diakui pihak kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH). Sebelum pendaftaran haji dibuka, banyak warga yang bertanya dan ingin mendaftar haji.
’’Saat pandemi pun masih tetap sama (keinginan mendaftar haji warga). Jumlahnya masih tinggi,’’ ujar Chudori, pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) As Syumais.
10 BESAR PENDAFTAR HAJI TERBANYAK

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
