
Gerindra Surabaya memboyong kader hingga Gen Z menyaksikan debat calon presiden (capres) pada Selasa (12/12) malam.
JawaPos.com–Gerindra Surabaya nonton bareng memboyong kader hingga Gen Z menyaksikan debat calon presiden (capres) pada Selasa (12/12) malam. Acara nobar yang melibatkan puluhan milenial dan Gen-Z itu menjadi upaya pendidikan politik kepada mereka.
Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso mengatakan, pendidikan politik itu supaya kelompok tersebut tidak apatis terhadap pemilihan suara pada Pemilu 2024.
”Kita tahu bahwa masyarakat Surabaya 62 persen itu adalah pemuda, generasi milenial pemilih pemula. Untuk bisa memberikan edukasi politik, memberikan informasi politik ke pemilih pemula tersebut, tidak bisa kita hard selling, kita soft campaign. Ini salah satu cara,” terang Cahyo.
Cahyo menyatakan, pihaknya juga mengundang akademisi, aktivis, serta pejabat publik, untuk menjadi narasumber sebagai upaya menunjukkan ke masyarakat Surabaya agar bisa melihat semua gagasan capres.
”Ada Pak Anang Dony Irawan, dosen Fakultas Hukum dari Universitas Muhammadiyah Surabaya,” ujar Cahyo.
Pria yang menjadi caleg DPR Provinsi Jatim tersebut melihat capres Prabowo Subianto sangat menguasai dan memahami persoalan yang dialami Indonesia di panggung debat capres edisi pertama yang digelar KPU.
”Kita bisa lihat beliau bisa menjawab dan memaparkan visi misi pemerintahan ke depan tentang reformasi hukum, HAM, sistem demokrasi, dan lain-lain di kedepankan dan diprioritaskan,” tegas Cahyo Harjo Prakoso.
Cahyo menilai, Pemilu 2024 menjadi sarana integrasi dan pemersatu bangsa. Hal itu disampaikan capres Prabowo bahwa Pemilu 2024 harus berlangsung sejuk.
”Karena beliau meyakini, bangsa Indonesia itu bangsa yang besar, bangsa yang kaya. Seperti yang disampaikan tadi banyak intervensi geopolitik dan lain-lain yang mengganggu kedaulatan dan integritas bangsa. Diperlukan persatuan di antara elite-elite politik, kita memerlukan persatuan dari segala kelompok masyarakat,” papar Cahyo Harjo Prakoso, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Kota Surabaya tersebut.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya Anang Dony Irawan mengatakan, upaya kolaborasi dengan Generasi Z atau milenial untuk menyaksikan debat capres adalah bagian pembangunan edukasi politik. Sehingga, bisa mengajak mereka untuk berpikir bahwa Indonesia perlu dibangun juga oleh banyak generasi.
”Ada edukasi tentang HAM yang disampaikan capres. Penyelesaian HAM di Papua itu tidak mudah, karena persoalan di sana itu multi dimensi,” ungkap Anang Dony Irawan.
Andi, salah seorang mahasiswa yang turut hadir dalam nobar itu, mengatakan, edukasi politik dibutuhkan untuk asupan wawasan kebangsaan.
”Saya dari jurusan bahasa tapi memang saya akui wawasan politik atau kebangsaan pribadi kurang. Selama ini, di media sosial perang politik yang menjadi asupan pribadi,” ujar Andi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
