
Photo
JawaPos.com- Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya di Jalan Setail, Sabtu (2/10) kedatangan sekelompok orang. Mereka adalah anggota komunitas pekerja seni, petani, dan nelayan. Bukan berunjukrasa, melainkan curhat. Mereka berharap dukungan pemerintah di tengah masa sulit pandemi Covid-19.
Kelompok pertama, komunitas Pelaku Seni Nusantara (PSN) Surabaya. Lalu, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Surabaya. Kedatangan mereka langsung diterima Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono didampingi sejumlah pengurus lain di antaranya Wimbo Ernanto dan Achmad Hidayat.
Menurut Achmad Sahara, sekretaris PSN Surabaya, selama pandemi para pekerja seni merasakan dampak luar biasa. Pentas untuk aktualisasi diri mandek. Dampaknya, dapur rumah tangga pun kembang-kempis. Kondisi itu terjadi sejak Maret 2020.
“Alhamdullilah, sekarang situasi Surabaya sudah membaik. Kami berharap SWK-SWK (sentra wisata kuliner) bisa dibuka, dan pekerja seni bisa pentas, tentu dengan protokol kesehatan,” ujar Sahara.
Pemain organ itu menyambut baik hajatan di kampung-kampung telah diizinkan setelah melalui asesmen Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya. Dengan demikian, semakin bertambah peluang para pekerja seni untuk berkaktivitas dan mendapat penghasilan demi menghidupi keluarga. ‘’Semoga tahun 2022, pemulihan ekonomi berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, kedatangan pengurus KTNA Kota Surabaya untuk meminta akses ke Pemkot Surabaya agar mendapatkan sarana produksi (saprodi) pertanian. Misalnya, bantuan pupuk dan bibit lombok. Selain itu, mereka membutuhkan pendampingan dan penyuluhan dari pemkot. ‘’Dulu, KTNA di Surabaya sejarahnya dibentuk oleh Pemerintah Kota Surabaya,” ujar H. Suyatno, ketua KTNA Kota Surabaya.
Menanggapi itu, Adi Sutarwijono menyatakan bagi para pekerja seni yang terdampak pandemi pihaknya akan mengupayakan bantuan sosial. Kebijakan itu juga merupakan program Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
“Apalagi, Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji juga kader kami sehingga kebijakan pemerintahan tentu sepenuhnya diarahkan untuk kesejahteraan warga Kota Surabaya,” ujarnya.
Adapun untuk KTNA Surabaya, Adi menjanjikan rapat dengar pendapat dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya. Sebagai ketua DPRD, dia akan berkoordinasi dengan Komisi B yang membidanginya.
“Saya yakin komunikasi dan sinergi ini dapat terus dibangun dengan baik, Apakah itu dengan kalangan petani dan nelayan. Kami juga menaruh concern atas perbaikan kesejahteraan para petani dan nelayan,’’ ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
