
PRODUKTIF: Warga RT 8, RW 9, Tanah Kali Kedinding, menunjukkan beberapa produk olahan tanaman binahong mulai teh, mi, keripik, hingga puding yang banyak diminati masyarakat. Juga, kreasi kerajinan tangan bikinan warga. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Warga RT 8, RW 9, Tanah Kali Kedinding, kompak membudidayakan binahong yang dikenal sebagai tanaman penyembuh luka. Binahong juga diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman.
---
PULUHAN tanaman binahong berderet di sepanjang kanan kiri Jalan Tanah Merah Utara, Gang V, Kenjeran. Ketinggiannya beragam. Selain di pagar, tanaman yang konon berasal dari Korea itu memenuhi pintu dan garasi rumah warga.
”Kami sadar khasiat binahong sangat banyak untuk kesehatan,” kata Zumrotus Solihah, ketua PKK RT 8. Selain untuk mengatasi gagal ginjal, binahong bisa dimanfaatkan untuk mengobat asam urat dan stroke. ”Yang paling ngetren untuk obat jerawat. Khasiatnya ces pleng,” papar Zumrotus, lalu tersenyum.
Perkataan itu didukung pengalamannya. Selama ini, kata Zumrotus, banyak ibu-ibu yang berkunjung ke kampungnya. Ada yang meminta daun binahong. Ada pula yang membawa pulang bibit untuk dikembangkan sendiri. Sebagian besar percaya binahong mampu menghilangkan atau mencegah jerawat.
”Ngakunya dapat informasi dari medsos. Banyak ibu-ibu yang sudah mempraktikkan penyembuhannya,” jelas Zumrotus. Ibu dua anak itu menyebut penyembuhan jerawat dengan binahong cukup simpel. Yakni, tinggal memetik dan mengoleskan pada titik luka.
Menurut Zumrotus, kampungnya juga sering dikunjungi pasien korban kecelakaan. Mereka percaya binahong mampu mempercepat penyembuhan luka luar. Terutama luka akibat kecelakaan atau kebakaran. ”Saya punya saudara yang terluka di kakinya akibat kecelakaan. Dia sembuh dengan cepat setelah rajin mengonsumsi binahong,” tambah Zumrotus.
Tanaman binahong di Kampung si Ahong tidak sekadar memperindah lingkungan. Tanaman itu sudah melekat jadi identitas kampung. Sebab, warga telah sepakat untuk membudidayakannya. Mereka kompak menanam tanaman di depan rumah masing-masing. Hingga kini, sudah ada sekitar 50 rumah yang ditumbuhi binahong.
Untuk mengembangkan tanaman binahong, warga membangun taman di area perumahan. Ukurannya memang tidak luas. Namun, RTH yang dilabeli Taman Prestasi itu cukup menarik.
Ada gazebo untuk berdiskusi dengan masyarakat. Selain itu, taman dilengkapi ruang baca dan kolam. Ada miniatur kincir air dan jembatan kayu yang cukup unik. Taman jadi semacam pusat penelitian binahong.
Zumrotus menuturkan, kekompakan warga tidak saja ditunjukkan dalam kegiatan penanaman. Masyarakat juga kreatif membuat aneka minuman dan makanan dari binahong. Misalnya, teh, puding, keripik, dan mi.
Hasil olahan itu diperjualbelikan. Peminatnya juga lumayan. Teh binahong yang dibanderol Rp 10 ribu sudah pernah dikirim ke luar kota. Penjualan dikoordinasi PKK dan dijual secara online.
Upaya pengolahan binahong tidak selalu mudah. Saat kemarau, warga sering kali kehabisan stok. Daun binahong banyak yang berguguran. Sebagian pesanan sulit dipenuhi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
