Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 September 2021 | 14.48 WIB

Ketika Warga Kampung Si Ahong Gencarkan Budi Daya Binahong

PRODUKTIF: Warga RT 8, RW 9, Tanah Kali Kedinding, menunjukkan beberapa produk olahan tanaman binahong mulai teh, mi, keripik, hingga puding yang banyak diminati masyarakat. Juga, kreasi kerajinan tangan bikinan warga. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

PRODUKTIF: Warga RT 8, RW 9, Tanah Kali Kedinding, menunjukkan beberapa produk olahan tanaman binahong mulai teh, mi, keripik, hingga puding yang banyak diminati masyarakat. Juga, kreasi kerajinan tangan bikinan warga. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

Warga RT 8, RW 9, Tanah Kali Kedinding, kompak membudidayakan binahong yang dikenal sebagai tanaman penyembuh luka. Binahong juga diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman.

---

PULUHAN tanaman binahong berderet di sepanjang kanan kiri Jalan Tanah Merah Utara, Gang V, Kenjeran. Ketinggiannya beragam. Selain di pagar, tanaman yang konon berasal dari Korea itu memenuhi pintu dan garasi rumah warga.

”Kami sadar khasiat binahong sangat banyak untuk kesehatan,” kata Zumrotus Solihah, ketua PKK RT 8. Selain untuk mengatasi gagal ginjal, binahong bisa dimanfaatkan untuk mengobat asam urat dan stroke. ”Yang paling ngetren untuk obat jerawat. Khasiatnya ces pleng,” papar Zumrotus, lalu tersenyum.

Perkataan itu didukung pengalamannya. Selama ini, kata Zumrotus, banyak ibu-ibu yang berkunjung ke kampungnya. Ada yang meminta daun binahong. Ada pula yang membawa pulang bibit untuk dikembangkan sendiri. Sebagian besar percaya binahong mampu menghilangkan atau mencegah jerawat.

”Ngakunya dapat informasi dari medsos. Banyak ibu-ibu yang sudah mempraktikkan penyembuhannya,” jelas Zumrotus. Ibu dua anak itu menyebut penyembuhan jerawat dengan binahong cukup simpel. Yakni, tinggal memetik dan mengoleskan pada titik luka.

Menurut Zumrotus, kampungnya juga sering dikunjungi pasien korban kecelakaan. Mereka percaya binahong mampu mempercepat penyembuhan luka luar. Terutama luka akibat kecelakaan atau kebakaran. ”Saya punya saudara yang terluka di kakinya akibat kecelakaan. Dia sembuh dengan cepat setelah rajin mengonsumsi binahong,” tambah Zumrotus.

Tanaman binahong di Kampung si Ahong tidak sekadar memperindah lingkungan. Tanaman itu sudah melekat jadi identitas kampung. Sebab, warga telah sepakat untuk membudidayakannya. Mereka kompak menanam tanaman di depan rumah masing-masing. Hingga kini, sudah ada sekitar 50 rumah yang ditumbuhi binahong.

Untuk mengembangkan tanaman binahong, warga membangun taman di area perumahan. Ukurannya memang tidak luas. Namun, RTH yang dilabeli Taman Prestasi itu cukup menarik.

Ada gazebo untuk berdiskusi dengan masyarakat. Selain itu, taman dilengkapi ruang baca dan kolam. Ada miniatur kincir air dan jembatan kayu yang cukup unik. Taman jadi semacam pusat penelitian binahong.

Zumrotus menuturkan, kekompakan warga tidak saja ditunjukkan dalam kegiatan penanaman. Masyarakat juga kreatif membuat aneka minuman dan makanan dari binahong. Misalnya, teh, puding, keripik, dan mi.

Hasil olahan itu diperjualbelikan. Peminatnya juga lumayan. Teh binahong yang dibanderol Rp 10 ribu sudah pernah dikirim ke luar kota. Penjualan dikoordinasi PKK dan dijual secara online.

Upaya pengolahan binahong tidak selalu mudah. Saat kemarau, warga sering kali kehabisan stok. Daun binahong banyak yang berguguran. Sebagian pesanan sulit dipenuhi. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore