
Kepala Dinas Sosial Surabaya Anna Fajriatin.
JawaPos.com–Pemkot bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) di UPTD Liponsos dan UPTD Griya Werdha. Hal itu untuk memfasilitasi para penghuni Liponsos dan Griya Werdha dalam menyalurkan hak pilih saat hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
”Ini baru pertama kali setelah adanya judicial review, yang mana mereka-mereka ini punya hak memilih dan dipilih. KPU bersama kita memfasilitasi mereka untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin di ruang kerjanya, Selasa (5/12).
Menurut Anna, di Liponsos itu akan ada dua TPS. Pertama, TPS khusus yang diperuntukkan untuk warga binaan Liponsos yang ber-KTP Surabaya dan bertempat tinggal di UPTD Liponsos.
”Misal, warga Wonokromo yang telantar dan tidak punya keluarga, dia diampu Pemkot Surabaya dan nanti masuk ke TPS khusus,” terang Anna Fajriatin.
Kedua, TPS Reguler diperuntukkan bagi warga binaan yang pada saat masuk ke Liponsos, tidak ditemukan administrasi kependudukan. Biasanya, saat akan masuk ke Liponsos dicek biometrik dan ketika tidak terdeteksi atau tidak ditemukan datanya, dia akan diampu ber-KTP Surabaya dengan alamat di Liponsos Keputih.
”Warga inilah yang akan masuk ke TPS Reguler,” kata Anna Fajriatin.
Selain di Liponsos, KPU Surabaya juga akan menyiapkan TPS di Griya Werdha. Di UPTD itu hanya akan disediakan TPS Reguler. Harapannya penghuni di Griya Werdha lebih gampang dan lebih dekat ketika menyampaikan hak pilih.
”Nah, ketika teman-teman KPU berkoordinasi, kami diminta untuk menyiapkan data-datanya. Kami masih pastikan lagi data-datanya yang masuk ke dalam daftar pemilih,” tutur Anna Fajriatin.
Dia memastikan, tidak sembarangan memasukkan warga binaan Liponsos ke daftar pemilih. Sebab, ODGJ yang menghuni Liponsos berbeda-beda tingkat gangguan jiwanya. Sehingga, harus dipilah-pilah mana yang memungkinkan untuk dimasukkan ke daftar pemilih dan mana yang tidak bisa dimasukkan.
”Kami terus melakukan asesmen dan monitoring gangguan kejiwaan. Kalau masih labil dan emosinya belum stabil, tentu tidak akan kami masukkan, karena khawatir akan mengganggu di TPS,” tutur Anna Fajriatin.
Anna memastikan proses pemilihan di Liponsos dan di Griya Werdha ini akan sama seperti pemilihan di TPS lain, seperti datang ke TPS dan melakukan pencoblosan. Namun, akan ada pendampingan khusus.
”Pendampingan khusus itu, kami belum tahu prosesnya seperti apa dan bagaimana, yang jelas kami diminta KPU untuk menyiapkan tujuh orang pendamping dari Dinsos,” ujar Anna Fajriatin.
Dia berharap KPU Surabaya segera melakukan sosialisasi kepada para pendamping dari Dinsos, para penghuni Liponsos, dan penghuni Griya Werdha. Sebab, mereka perlu diberikan sosialisasi khusus tentang proses pencoblosan mulai awal hingga akhir.
”Semoga segera ada sosialisasi ke Liponsos dan juga Griya Werdha tentang proses pencoblosan nanti,” ucap Anna Fajriatin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
