
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Vaksin Merah Putih platform Universitas Airlangga (Unair) terus menunjukkan progres yang baik. Saat ini tim riset Unair menyuntikkan vaksin berbasis inactivated virus itu ke hewan besar makaka (sejenis monyet yang memiliki struktur organ mirip manusia). Targetnya, vaksin tersebut bisa masuk skala pilot pada 17 Agustus dan diuji klinis terhadap manusia pada September.
Rektor Unair Prof Mohammad Nasih mengatakan, hasil formulasi Vaksin Merah Putih platform Unair sudah bagus. Saat ini riset vaksin tersebut sudah masuk praklinis tahap II yang akan diuji coba terhadap hewan besar makaka. Namun, tim riset masih terkendala ketersediaan makaka. ’’Kami masih skrining makakanya. Masih banyak makaka yang tidak lolos skrining,” katanya.
Hewan makaka tersebut disediakan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB). Total ada sekitar 40 makaka yang sedang diskrining. Skrining tersebut dilakukan untuk memastikan hewan itu bebas dari penyakit infeksi seperti tuberkulosis (TB).
Meski begitu, Nasih memastikan bahwa formulasi Vaksin Merah Putih platform Unair sudah selesai. Targetnya, 1–2 minggu ke depan ada hasil dari penyuntikan vaksin terhadap makaka. ’’Hasil dari makakanya bisa kita lihat dan evaluasi 1–2 minggu ke depan,” imbuhnya.
Nasih berharap tahap skala pilot bisa dilakukan pada 18 Agustus. Dengan begitu, uji klinis terhadap manusia dapat dilaksanakan pada September sesuai target. Persiapan uji klinis pun sudah dilakukan. ’’Nanti uji klinis dilakukan bekerja sama dengan RSUD dr Soetomo dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA),” katanya.
Dia menjelaskan, uji klinis dilaksanakan dalam tiga tahap. Rencananya, pada tahap I disiapkan 100 orang untuk disuntik Vaksin Merah Putih platform Unair. Dilanjutkan uji klinis tahap II dengan 400 orang. Pada tahap III, vaksin tersebut akan diuji coba kepada 4.000 orang.
’’Kalau tahap I hasilnya bagus dan lolos, ke depan juga bisa lebih cepat lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya: Setiap Hari Seribu Orang Sembuh dari Covid-19
Nasih menuturkan, saat ini tim riset Unair menyelesaikan tahapan pembuatan vaksin secara paralel. Mulai skala uji coba terhadap hewan coba makaka, skala pilot, hingga skala industri. ’’Semua berjalan secara paralel. Mudah-mudahan bisa segera selesai,” ujarnya.
Vaksin Merah Putih berbasis inactivated virus tersebut juga sekaligus diuji tantang dengan Covid-19 varian Delta. Jadi, setelah disuntik vaksin atau imunisasi, makaka akan diujitantangkan dengan virus varian Delta.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
