
Abdul Muid Kafi, anggota Satpol PP Surabaya, menunjukkan rekaman video penganiayaan saat ditemui di rumahnya di Banyu Urip, Sabtu (2/12).
JawaPos.com – Tariq Aziz, anggota Satpol PP Surabaya korban penganiayaan oleh oknum aksi demonstrasi di Jalan A. Yani, masih terlihat kesakitan pada bahu sebelah kanan. Saat ditemui Jawa Pos di rumahnya di kawasan Jalan Krembangan kemarin (2/12), tangan kanannya pun diberi penyangga agar tulang bahunya yang retak tidak sakit saat bergerak.
Tariq belum bisa beraktivitas maksimal. Bergerak sedikit saja, tulang bahunya sakit. Istrinya, Nurul Inayah, terus mendampinginya.
”Sekarang kondisi saya sudah lebih baik daripada Kamis (30/11),” katanya. ”Satu bulan ini akan dievaluasi dokter. Kalau belum bisa menyatu, mungkin ada tindakan operasi. Semoga saja satu bulan ini membaik,” lanjutnya.
Tariq masih ingat betul, pada Kamis (30/11), dirinya bertugas bersama Abdul Muid Kafi saat ada unjuk rasa di Jalan Ahmad Yani. Dia menjaga jalur pedestrian di rute 2, mulai sebelum bundaran Dolog hingga Royal Plaza. Saat itu dia hanya ingin membantu warga yang meminta tolong dibukakan jalan agar bisa berangkat kerja.
”Niat saya hanya menolong, tetapi massa justru menyerang,” ungkap dia.
Saat itu kondisinya sudah ricuh. Tariq langsung diinjak dan ditendang. Tidak ada perlawanan yang bisa dilakukan. Hanya bertahan dengan menghadang tendangan dengan lengan kanan hingga tulangnya retak.
”Massa begitu banyak. Lebih dari 20 orang menginjak-injak tubuh saya,” jelasnya.
Sementara itu, Abdul Muid Kafi juga sudah pulang dari RSUD dr Mohamad Soewandhie. Meski tidak ada luka serius, kepala bagian belakangnya masih terasa pusing. Saat ditemui di rumahnya di Banyu Urip kemarin, Abdul menunjukkan hasil foto rontgen. ”Masih pusing,” ucapnya.
Menurut dia, aksi unjuk rasa menuntut kenaikan UMK tersebut awalnya berlangsung tertib. ”Awalnya, warga bisa melintas lewat,” ungkapnya.
Namun, di jalur pedestrian semakin banyak orang. Abdul berusaha meminta izin untuk membuka jalan. Namun, tiba-tiba oknum buruh di sekitar melakukan provokasi. Dia pun dipukul dan ditendang.
Sementara itu, Pemkot Surabaya memastikan proses hukum terhadap kasus kekerasan yang dialami anggota Satpol PP Surabaya tetap berjalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Secara khusus, dia meminta kasus tersebut diberi atensi lebih. Jadi, ada kejelasan hukum yang adil.
”Karena ini sudah perbuatan yang kebangeten. Pada waktu itu, banyak yang tidak bisa lewat dan mereka melewati jalur pedestrian. Ada yang terlambat kerja. Satpol PP pun meminta izin untuk membuka sebentar,” terangnya. (ayu/omy/gal/c14/may)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022