Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Juli 2021 | 17.35 WIB

Lega, PT Freeport Indonesia Tetap Bangun Proyek Smelter di Gresik

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Lega! Teka-teki kelanjutan pembangunan industri smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik, akhirnya benderang. Kamis (15/7), PTFI dan PT Chiyoda Internasional Indonesia telah resmi menandatangani kontrak kerja sama rencana kelanjutan pembangunan tersebut.

Kabar itupun mendapat respons positif dari banyak pihak. Termasuk Ketua DPRD Gresik HM. Abdul Qodir. ‘’Kami tentu sangat senang dan gembira dengan adanya kontrak tersebut. Kabar itu tentu menjawab spekulasi sebagian pendapat orang,’’ katanya Jumat (16/7).

Menurut Qodir, semula sebagian orang menilai PTFI hanya sekadar menghibur warga Gresik saja tentang pembangunan smelter tersebut. Mereka tidak akan serius. Namun, dengan bukti PTFI telah melakukan kontrak dengan PT Chiyoda itu telah menjawab keraguan tersebut. ‘’Karena itu, kami berharap akan menjadi investasi berkah. Baik bagi penguatan fiskal daerah maupun berkah nonfiskal. Di antaranya, serapan tenaga kerja lokal Gresik,’’ ujar politikus yang juga ketua DPC PKB Gresik ini.

Dia memaparkan, hari ini angka pengangguran di Kabupaten Gresik mencapai 8 persen. Demikian juga angka kemiskinan masih dua digit. ‘’Kenapa penekanannya pada serapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan? Karena, hal itu menjadi salah satu tujuan kita sepakat ada kawasan pelabuhan internasional yang kemudian diberi nama  JIIPE di Manyar itu,’’ kata Qodir.

Sebelumnya, ada kabar bahwa pemerintah pusat berencana memindahkan rencana pembangunan industri smelter itu ke Halmahera, Maluku Utara. Padahal, jauh-jauh hari telah menyiapkan sarana-prasarana untuk kebutuhan itu di Gresik. Mulai penyediaan ribuan hektare lahan, jaringan transportasi tol, kebutuhan air bersih, dan sarana pendukung lainnya.

Rencana relokasi smelter ke luar Gresik itupun juga membuat galau Bupati Fandi Akhmad Yani. Tidak lama setelah dilantik sebagai bupati berpasangan dengan Wabup Aminatun Habibah pada akhir Februari 2021, dia langsung menemui beberapa kalangan. Di antaranya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. Bupati berharap agar pemerintah tetap merealisasikan smelter itu di Gresik. Saat itu, dia menyampaikan, kehadiran smelter dan operasionalisasi KEK JIIPE Gresik itu diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 200.000 orang.

Sebetulnya, pembangunan smelter di Gresik itu sudah sempat berjalan. Bahkan, pada Desember 2020 lalu, Presiden Direktur (Presdir) PTFI Tony Wenas bersama Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin datang ke JIIPE untuk melihat pile loading test tiang pancang. Namun, pembangunan terhenti lantaran terdampak pandemi Covid-19. Nah, belakangan baru muncul kabar rencana pemindahan smelter ke Halmahera tersebut.

VP Corporate Communication PTFI Riza Pratama saat dihubungi Jawa Pos Kamis (15/7) menyampaikan, PTFI akan melanjutkan pembangunan smelter di Gresik. Dia mengakui selama pandemi kegiatan sempat tertunda. "Meski begitu, kami berupaya proyek ini selesai 2023 nanti. Itu sesuai komitmen kami saat divestasi," ujarnya.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan, kontrak kerja sama antara PTFI dengan PT Chiyoda International Indonesia itu meliputi kegiatan engineering, procurement dan construction (EPC) proyek smelter di Gresik dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun. "Penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018,’’ kata Presdir PTFI Tony Wenas.

Di tengah berbagai tantangan pandemi Covid-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, lanjut dia, pihaknya terus melakukan penyesuaian-penyesuaian. Tujuannya, agar dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja.

Dalam penandatanganan kontrak kerjasama di Jakarta pada Kamis (15/7) dilakukan Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presdir PTFI Tony Wenas. Ikut menyaksikan secara virtual Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.

Sementara itu, Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan smelter di Manyar, Gresik. Dia berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional.

"Penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia. Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu," tegasnya.

Ridwan Djamaluddin menyambut baik penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak. "Penandatanganan ini menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang sedang Indonesia hadapi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong akselerasi dari proyek ini, dan akan terus bekerja sama dengan PTFI untuk membantu memastikan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu," ujarnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore