
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono (kiri) pada hari pertama kampanye.
JawaPos.com–PDI Perjuangan Kota Surabaya langsung menggebrak pada hari pertama kampanye Pemilu, Selasa (28/11). Kader-kader banteng bergerak di berbagai kampung. Mulai pasang alat peraga kampanye (APK), gerakan door to door, hingga pertemuan tatap muka dengan warga.
”Kader-kader banteng antusias menyambut masa kampanye, dengan spirit dan daya juang untuk bergerak ke tengah-tengah masyarakat. Bertemu warga di kampung-kampung. Mengampanyekan program-program kerja PDI Perjuangan dan pasangan capres,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Alat-alat peraga sudah dinaikkan sejak 28 November lewat pukul 00.00 WIB. Dipasang di ruang-ruang publik, yang diatur dan diizinkan KPU, Bawaslu, dan Perda Kota Surabaya. Ada juga yang dinaikkan di jalan-jalan kampung untuk sosialisasi kampanye bagi PDI Perjuangan dan pasangan capres.
”Seluruh alat peraga PDI Perjuangan wajib memasang Ganjar Pranowo-Mahfud. Calon-calon legislatif pun demikian. Menaikkan baliho, banner, spanduk, memasang stiker, brosur, dan kartu nama,” terang Adi.
Dia mengatakan, posko-posko gotong royong untuk mengawal pemilu jurdil, sudah terlebih dulu didirikan di kampung-kampung. Sekarang pada posisi diaktifvasi. PDI Perjuangan berkepentingan untuk proses pesta demokrasi berlangsung jujur dan adil bagi semua kontestan.
”Posko-posko kawal Pemilu 2024 jujur dan adil sudah diaktifkan di berbagai kampung di Surabaya. Salah satu fungsinya, menerima pelaporan warga terhadap berbagai kecurangan pemilu, jika ditemukan dalam penyelenggaraan,” ujar Adi.
PDI Perjuangan Kota Surabaya juga memperkenalkan simbol 3 jari. ”Tiga jari adalah simbol persatuan, kekuatan, dan perjuangan demokrasi yang sekarang lagi mengalami mendung gelap,” kata Adi.
Achmad Hidayat, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, hari ini (28/11) bertemu warga dari rumah ke rumah.
”Kita gerakkan segenap kader-kader banteng dan keterlibatan warga untuk memenangkan PDI Perjuangan!” ujar Achmad Hidayat.
Sementara itu, Heri Akhmad Wiyono, Ketua PAC PDIP Tandes, melakukan pertemuan tatap muka dengan kelompok-kelompok pemilih pemula dan milenial. Dia juga bergerak door to door untuk pembagian stiker.
”Kemarin, pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati untuk melawan segenap kecurangan, yang kami saksikan lewat video pendek, telah menambah semangat dan daya juang kader-kader banteng di lapangan. Kita menangkan PDI Perjuangan. Merdekaaa…!!!” kata Heri Akhmad Wiyono.
Di kawasan Kenjeran, kader-kader banteng bergerak mengampanyekan door to door, pemasangan alat peraga, dan pertemuan-pertemuan tatap muka. Juga menyebar poster-poster calon legislatif melalui grup WA dan broadcast.
”Kader-kader banteng bergerak gotong royong dengan warga. Keluar masuk kampung, mengetok pintu-pintu rumah,” kata Wiyono, Ketua PAC PDIP Kenjeran.
”Kita mulai perjalanan panjang kampanye dan kita akan menang!” kata Triyarso, Ketua PAC PDIP Sukomanunggal, sehabis kampanye door to door ke rumah-rumah warga.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
