Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2023 | 00.55 WIB

Pemkot Surabaya Kukuhkan 15 Kampung Ramah Perempuan dan Anak

JADI CONTOH: Wali Kota Surabaya Seri Cahyadi berfoto bersama para pemenang Kampung Ramah Perempuan dan Anak dari Balongsari, Tandes. - Image

JADI CONTOH: Wali Kota Surabaya Seri Cahyadi berfoto bersama para pemenang Kampung Ramah Perempuan dan Anak dari Balongsari, Tandes.

JawaPos.com – Perhatian terhadap masalah perempuan dan anak menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan Pemkot Surabaya. Salah satu caranya dengan membentuk masyarakat kota yang responsif gender. Kemarin (25/11) Pemkot Surabaya menganugerahi kampung yang sukses mendukung program tersebut.

Sejak Mei lalu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya menggelar kompetisi Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak (KAS-RPA).

Lomba antarkampung itu bertujuan mengajak komunitas permukiman di Surabaya peka terhadap isu gender. Terutama mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Berbagai unsur dinilai dalam kompetisi itu. Misalnya, cara yang dipraktikkan kampung tersebut untuk menciptakan lingkungan yang ramah perempuan dan anak. Program yang telah dijalankan hingga inovasi yang ditelurkan.

Kemarin menjadi malam puncak gelaran tersebut. Sebanyak 15 kampung dikukuhkan sebagai yang terbaik pada isu gender. Mereka inilah yang lolos dari berbagai tahap seleksi sebelumnya.

Ada lima kategori pemenang. RW 5 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, memenangkan juara satu kategori kampung belajar. Kemudian, kategori kampung sehat dianugerahkan kepada RW 3 Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto.

Lalu, kampung asuh diperoleh RW 1 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes. Sedangkan RW 5 Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, meraih tiga gelar sekaligus. Yakni, kampung aman, kampung kreatif produktif, dan best of the best dari semua kategori.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kampung-kampung itu luar biasa dalam menerjemahkan program ramah anak dan perempuan. Kekompakan antarwarganyalah yang mampu mewujudkan itu semua.

Dia yakin semua kampung di Surabaya memiliki semangat yang sama. ’’Surabaya boleh menjadi kota besar, tapi tidak boleh melupakan sejarah. Guyub rukun dan gotong royong,’’ terangnya.

Menurutnya, selalu utamakan hak yang setara antara laki-laki dan perempuan. Seperti program pemberdayaan UMKM banyak yang memberdayakan kaum perempuan untuk membantu peningkatan ekonomi keluarga. Dengan begitu, kesejahteraan keluarga, terutama jaminan bagi anak-anak mereka, meningkat.

’’Dengan KAS-RPA ini, kami berharap akan memiliki calon pemimpin di masa datang. Apalah artinya kita punya harta dan jabatan jikalau anak-anak kita hancur dan tidak memiliki masa depan,’’ terangnya.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, kampung yang meraih penghargaan itu sudah memenuhi semua kriteria pemenang. Di antaranya kampung aman, kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, serta kampung kreatif dan produktif. Sehingga dalam penerapannya sehari-hari pun sudah layak untuk anak dan perempuan.

’’Tugas yang sebenarnya adalah setelah ini. Mereka akan menjadi contoh bagi kampung yang lain. Kami berharap peraih awarding KAS-RPA bisa getok tular ke yang lain,’’ ungkapnya.

Dia mengatakan, kompetisi itu tak hanya melibatkan Pemkot Surabaya. Namun juga berbagai stakeholder lain yang memiliki visi sama dalam membentuk kota ramah anak dan perempuan. Apalagi, Surabaya juga menjadi salah satu nomine untuk bergabung dalam Child Friendly Cities Initiative (CFCI) atau kota ramah anak internasional di bawah naungan Unicef.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore