Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juni 2021 | 20.48 WIB

62 Ijazah SMA Palsu Buatan Bagus Prasetyo Terjual Selama Dua Tahun

PESANAN WARGA SUMATERA: Ijazah SMA yang belum dikirim disita sebagai barang bukti. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

PESANAN WARGA SUMATERA: Ijazah SMA yang belum dikirim disita sebagai barang bukti. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Ijazah SMA paling banyak diminati pembeli dari tersangka Bagus Prasetyo. Sebanyak 62 di antara 89 lembar ijazah yang terjual merupakan ijazah SMA. Diduga, ijazah itu dibeli sebagai syarat untuk mencari pekerjaan.

Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Wildan Alberd menjelaskan, komplotan tersangka sudah menjual 89 ijazah palsu sejak 2019. Ijazah itu berasal dari berbagai jenjang pendidikan. ”Kebanyakan pembeli pesan ijazah SMA,” katanya Minggu (27/6).

Menurut dia, pesanan itu didapat saat penyidik mendalami alat komunikasi kedua tersangka. Ijazah SMA yang dipalsukan berasal dari berbagai sekolah. Mayoritas lokasinya di luar Pulau Jawa.

Wildan menerangkan, pemesan ijazah palsu itu memang dari berbagai tempat. Mereka mengenal jasa pembuatan ijazah palsu tersangka dari media sosial (medsos). ”Di dunia maya kan orang dari mana saja bisa terkoneksi,” katanya.

Terlebih, lanjut dia, tersangka punya trik tersendiri saat melayani pemesan. Pembeli tidak diharuskan memberikan uang muka lebih dulu. ”Untuk meyakinkan pembelinya bahwa ijazah yang diinginkan akan dibuatkan. Bukan jasa bohongan,” ujarnya.

Wildan mengungkapkan, tersangka hanya memerlukan data diri pemesan saat mendapat order. Data itu kemudian diolah pada ijazah palsu yang didesain sendiri. Ijazah palsu yang dibuat selanjutnya dikirim dengan jasa ekspedisi ke alamat pembeli.

Nah, biaya pembuatan akan disertakan pada pengiriman itu. Apalagi, saat ini banyak jasa ekspedisi yang mempunyai fasilitas bayar di tempat. Jadi, pemesan baru bayar setelah ijazah di tangan.

Subdit Siber Polda Jatim sebelumnya membongkar praktik penjualan ijazah palsu. Dua orang ditangkap. Yakni, Bagus Prasetyo dan Mohamad Wardi. Mereka beraksi sejak 2019. Modusnya mencari peminat dengan membuat unggahan penawaran di media sosial. Mereka mengaku bisa membuatkan ijazah dari berbagai jenjang pendidikan.

Baca Juga: Direktur Selewengkan Voucher Hartono Elektronik Rp 4,4 Miliar

Harga ijazah palsu itu beragam. Bagus menjual ijazah SD Rp 500 ribu. Sementara itu, SMP (Rp 700 ribu), SMA (Rp 800 ribu), dan S-1 (Rp 2 juta). Di sisi lain, Wardi menjual lebih mahal agar mendapat untung. Dia mematok selisih harga Rp 500 ribu. Wardi mendapatkan ijazah palsu dari Bagus.

Komplotan mereka belakangan diketahui tidak hanya menjual ijazah palsu, tetapi juga dokumen lain. Di antaranya, KTP, KK, akta kelahiran, dan sertifikat pelatihan satpam.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore