Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 18.43 WIB

Wawancara Jawa Pos dengan Mahasiswa Unesa yang Diduga Alami Pelecehan Seksual: Kondisi Psikis Menurun, Dua Kali Opname di RS

DUKUNGAN BAGI KORBAN: Instagram BEM FBS Unesa mengunggah gambar #westandwithdhebby. Tautan itu adalah wujud dukungan bagi DSP yang diduga mengalami pelecehan seksual. - Image

DUKUNGAN BAGI KORBAN: Instagram BEM FBS Unesa mengunggah gambar #westandwithdhebby. Tautan itu adalah wujud dukungan bagi DSP yang diduga mengalami pelecehan seksual.

JawaPos.com – Mahasiswa Jurusan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (FBS Unesa), berinisial DSP diduga mengalami pelecehan seksual. Pelakunya adalah R, mahasiswa jurusan teknik informatika (TI) angkatan 2020. Kejadian itu memengaruhi kondisi psikis dan fisik DSP.

Jawa Pos mewawancarai DSP melalui aplikasi pesan kemarin (15/11). Dia mengungkapkan, pelecehan seksual itu terjadi saat kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) pada 20 Agustus lalu. Menurut dia, R pelakunya. ”Dia (pelaku) menempelkan seluruh tubuhnya ke tubuh saya, menyender dan bertumpu kepada saya,” jelasnya.

Setelah menempelkan tubuhnya, R sempat menertawakan DSP dan mengaku tidak melihat keberadaan korban. Tindakan itu dilakukan di depan banyak laki-laki. Saat itu DSP adalah satu-satunya perempuan di lokasi. Sebab, korban merupakan ketua BEM FBS. ”Dia berkata, ’Oh, ada orang di sini’,” ujarnya.

DSP yang juga merupakan ketua BEM FBS 2023 tidak mengenal dekat R. Sebab, keduanya berbeda fakultas dan jurusan. ”Kami hanya pernah satu kali bersama dalam aksi UU Ciptaker beberapa waktu lalu. Sebelum dan setelahnya, kami tidak pernah berkomunikasi,” jelasnya.

Selepas mendapatkan perlakuan itu, DSP dan temannya menelepon R. Mereka ingin menanyakan maksud R melakukan perbuatan tersebut. Saat dihubungi, R mengaku hanya bercanda. ”Dia bercanda dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, saat itu suasana keruh. Ada ancaman dari pelaku,” ungkap DSP.

R ingin menemui DSP malam itu juga. Namun, DSP menolak karena psikisnya sudah terganggu. Akhirnya, pada 21 Agustus 2023, DSP melaporkan kejadian tersebut ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unesa.

Sebelum melapor ke Satgas PPKS Unesa, DSP sempat menghubungi teman R. Teman R memintanya menyelesaikan persoalan tersebut antar sesama mahasiswa. Namun, tekad DSP sudah bulat. Dia tetap melaporkan pelecehan tersebut dan menolak untuk diselesaikan tanpa melibatkan PPKS.

”Setelah lapor PPKS, tidak ada intervensi karena memang selama tiga bulan ini saya tidak bercerita banyak ke orang lain,” katanya.

DSP berharap kasus ini segera diselesaikan seadil-adilnya. Sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kejadian itu berdampak pada kondisinya. ”Saya mengalami ’kelumpuhan’, baik secara psikis maupun fisik,” ungkapnya.

Salah seorang teman dekat korban, WAM, mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, DSP tidak bisa tidur serta sering menangis. ”Udah jarang mau ketemu orang,” paparnya.

Untuk menguatkan DSP, dia terus menjalin komunikasi. Namun, DSP kehilangan semangatnya dalam berkuliah. Serta agak takut untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Menurut WAM, dirinya sempat menghubungi ketua dan wakil BEM FT Unesa. Tujuannya, hendak bertemu dengan R. ”Namun, tidak diberikan,” jelasnya.

Seusai kejadian, nafsu makan DSP menurun. Pola istirahatnya juga terganggu. Selama dua bulan terakhir, DSP sering bolak-balik rumah sakit untuk mengecek kondisinya. WAM menjelaskan, DSP sudah dua kali korban diopname di rumah sakit. DSP kali terakhir opname pada Senin (13/11) di salah satu rumah sakit (RS) di Surabaya Barat.

Dari diagnosis dokter, DSP mengalami gangguan asam lambung dan kurang istirahat. Saat ini WAM bergantian menjaga DSP dengan adik korban. ”Belum tahu kapan bisa pulang dari RS,” ucapnya. Mahasiswa seni rupa angkatan 2019 itu berharap DSP mendapatkan keadilan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore