Rekaman CCTV yang menyorot aktivitas Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Unair Surabaya yang ditemukan tewas di Sidoarjo.
JawaPos.com- Kematian Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Benadette Caroline Angelica masih menjadi perhatian publik. Sampai saat ini, teka-teki kematian Mahasiswi FKH Unair masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Melansir Pojok Satu (Jawapos Grup) pada Jumat (10/11) kabar terbaru dari Polresta Sidoarjo, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa pembelian helium yang dilakukan sendiri oleh Caroline. Menurutnya, Gas tersebut merupakan barang yang dimanfaatkan Mahasiswa Kedokteran Hewan itu untuk bunuh diri.
’’Diketahui bahwa tabung gas helium dan selang bening dibeli korban secara online di sebuah marketplace,’’ kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo membuka hasil penelusuran dari mana tabung gas helium tersebut ditemukan.
Sedangkan selang bening dicarinya pada Kamis (2/11) sekitar pukul 08.00. Dua barang tersebut tiba pada Jumat (3/11) di jam yang berbeda. Gas Helium datang terlebih dahulu pukul 12.09 dan diterima resepsionis apartemen. Sedangkan selang bening datang pukul 18.52 dan diterima langsung oleh korban.
Dalam pemeriksaan, terlihat Gas helium yang dibeli korban seharga Rp 681 ribu, termasuk ongkos kirim. Untuk informasi, Gas helium dijual dengan cukup bebas. Tidak ada persyaratan khusus untuk membelinya.
Selain itu, pihak kepolisian sudah menemukan CCTV di lokasi kejadian, yakni kompleks perkantoran Royal Business Park, Tambakoso, Waru, Sidoarjo. Mobil korban, yaitu Honda Jazz hitam, masuk perlahan ke lokasi kejadian pada Sabtu (4/11) sekitar pukul 16.00. Caroline diduga melakukan survei terlebih dahulu sebelum masuk.
Sementara itu, dari sudut pandang sahabatnya sejak 11 tahun lalu yang berinisial A memaparkan bahwa Caroline sebelumnya sempat curhat kepada A. Kepada A, Caroline yang berusia 21 tahun tersebut merasa dirinya tak cukup pintar untuk jadi dokter hewan. "Dia sempet ragu karena merasa nggak cukup pinter untuk jadi dokter hewan," ungkap A.
Selain barang bukti gas helium, polisi juga menemukan dua lembar kertas yang diduga merupakan tulisan surat wasiat korban. Surat tersebut tertulis dengan Bahasa Inggris, yang ditujukan kepada ibu, saudara, paman dan sahabat dekatnya.
Dalam surat wasiat itu, seperti menunjukkan rasa keputusasaan mendalam yang dialami oleh Caroline Angelica. Ia merasa tak bisa melihat masa depan yang cerah, meski akan menjadi seorang dokter hewan. Entah kehidupan seperti apa yang dilaluinya, Caroline yang putus asa memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Sampai saat ini, Kasubbid Dokpol Polda Jatim AKBP dr Bambang mengkonfirmasi pemeriksaan toksikologi masih berlangsung hingga kemarin.
’’Belum bisa dipastikan akan keluar kapan hasilnya,’’ tuturnya.
Bambang juga mengungkapkan, pemeriksaan DNA touch terhadap kresek yang membungkus kepala korban juga masih dalam proses.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
