Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 16.39 WIB

Air PDAM di Manukan Kulon Surabaya Belum Lancar, Warga Sempat Memandikan Jenazah Pakai Air Tangki dan Sumur

BANYAK PERMINTAAN: Izha, pengusaha air minum isi ulang, menata galon kosong di tokonya, Kamis (9/11). Sejak air PDAM mampet, permintaan air isi ulang meningkat. - Image

BANYAK PERMINTAAN: Izha, pengusaha air minum isi ulang, menata galon kosong di tokonya, Kamis (9/11). Sejak air PDAM mampet, permintaan air isi ulang meningkat.

JawaPos.com – Aliran air PDAM di Kelurahan Manukan Kulon belum sepenuhnya lancar. Di RW 6, warga masih kesulitan mendapatkan layanan air bersih itu. Total ada 250 KK yang terdampak air PDAM yang mampet.

Ketua RW 6 Kelurahan Manukan Kulon Suryo Prabowo mengatakan, hingga kemarin (9/11) aliran air PDAM di lima RT masih mampet. Yaitu, di RT 7, 8, 9, 10, dan 11. Total ada 250 KK yang terdampak. Sebab, jaringan di lima RT itu saling terhubung. ”Sudah seminggu air mampet,” paparnya.

Setiap hari PDAM mengirim air tangki. Air itu diisikan ke tandon milik warga secara bergantian. Apabila air tandon habis, warga harus bolak-balik mengambil air dari Masjid At Taqwa. ”Ada dua tandon di sana (masjid, Red),” ucap Suryo.

Di RW 5 Kelurahan Manukan Kulon, air PDAM mulai mengalir kemarin (9/11) pagi. Namun, debitnya kecil. Untuk mempercepat aliran air, warga harus memakai pompa untuk menyedot air tersebut. Warga yang tidak memiliki pompa air masih harus bersabar.

”Hanya 5 persen warga yang tidak punya pompa,” tambah Ketua RW 5 Kelurahan Manukan Kulon Abdul Jalil.

Ketua RW 4 Kelurahan Manukan Kulon Nanang Subiantoro mengatakan, mayoritas warga di wilayahnya memiliki pompa air. Sekitar 50 rumah tidak memiliki alat penyedot air itu. Untuk meringankan beban warga, mereka berbagi air.

”Yang tidak memiliki pompa, air mengalirnya saat malam,” papar Nanang.

Saat air PDAM mampet, warga yang memiliki warung kerap mengeluh. Sebab, mereka harus mengambil air dari tandon di rumah ketika berjualan. ”Mereka berjalan bolak-balik dari warung ke rumah untuk mengambil air,” tutur Nanang.

Bukan hanya penjual yang terdampak, warga yang keluarganya meninggal dunia juga kesulitan mendapatkan air untuk memandikan jenazah. Selama sepekan terakhir, ada tiga warga RW 4 Manukan Kulon yang berpulang.

Karena air mampet, warga terpaksa memandikan jenazah dengan air tangki PDAM dan air sumur. ’’Untung, setiap hari ada kiriman air dari PDAM,” papar Yanto, warga RW 4.

Gangguan air PDAM itu membuat penjual air isi ulang mendulang untung. Selama dua minggu, Faisal, penjual air isi ulang di Manukan Asri, mendapatkan banyak pesanan. Naik empat kali lipat ketimbang sebelum air PDAM mampet. ”Hari biasa hanya 10. Tapi, beberapa waktu ke belakang sampai 40 galon sehari,” ujarnya.

PDAM Target Dua Hari Aliran Air Lancar

PDAM Surya Sembada memastikan dalam dua hari ke depan aliran air di Manukan kembali lancar. Saat ini perbaikan jaringan tinggal memasuki tahap akhir. PDAM juga sudah berkoordinasi dengan DSDABM agar pembangunan drainase tidak lagi mengenai pipa.

Direktur Operasi PDAM Surya Sembada Surabaya Nanang Widyatmoko mengatakan, perbaikan pipa hampir rampung. Dari dua pipa yang bocor, perbaikan satu pipa rampung dan air sudah mengalir kepada warga.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore