
Kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo tahun ini mengalami penurunan signifikan 2,4 persen.
JawaPos.com–Kasus stunting di Kabupaten Sidoarjo tahun ini mengalami penurunan signifikan sebesar 2,4 persen. Hal itu berkat berbagai upaya kerja sama lintas sektor di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Muhdlor Ali.
Berdasar data dari aplikasi e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) pada bulan timbang di Posyandu yaitu pada Februari, stunting di Kabupaten Sidoarjo mencapai 5,3 persen atau sebanyak 4.986 balita terindikasi stunting. Kemudian, pada Agustus mencapai 3,4 persen atau 5.026 balita terindikasi stunting.
Jumlah balita terindikasi stunting tersebut, memerlukan pemeriksaan lebih lanjut apakah balita tersebut benar terdiagnosis stunting, sehingga perlu dirujuk untuk diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis anak.
”Ini merupakan bukti nyata keseriusan kami (Pemerintah Kabupaten Sidoarjo) dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidoarjo,” ucap Gus Muhdlor sapaan akrab Ahmad Muhdlor Ali.
Dia menjelaskan, keberhasilan percepatan penurunan stunting karena sinergi antara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, forum Rumah Desa Sehat (RDS), maupun stakeholder lain.
”Semua saling bekerja dan bersinergi yang baik untuk tujuan yang sama yaitu percepatan penurunan stunting,” ucap Ahmad Muhdlor Ali.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, beberapa upaya yang tengah digencarkan yakni pemberian tablet penambah darah kepada ibu hamil dan remaja untuk mencegah anemia yang menyebabkan risiko tinggi terhadap berat badan bayi rendah.
”Tahun ini, kami akan pantau ibu hamil dan remaja yang siap menikah ini benar-benar meminum tablet tambah darah (TTD), sebab berkaca dari tahun sebelumnya angka stunting tinggi akibat persentase penerima TTD sebesar 87 persen tak sebanding dengan persentase yang meminumnya hanya sebesar 16,4 persen,” jelas Fenny Apridawati.
Upaya lain yang dilakukan Dinkes Sidoarjo adalah menggencarkan pemberian ASI eksklusif dan bebas Open Defecation Free (ODF) dengan cara pemberian jamban sehat.
”Pada awal 2023 sebanyak 6.696 KK yang belum memiliki jamban, saat ini turun menjadi 5.548 KK yang belum memiliki jamban,” tambah Fenny Apridawati.
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) skala nasional 2021, prevalensi stunting nasional sebesar 24,4 persen. Sedangkan SSGI di Jawa Timur, prevalensi stunting mencapai 23,5 persen dan Kabupaten Sidoarjo 14,8 persen. Untuk SSGI nasional 2022, prevalensi stunting nasional 21,6 persen dan Jawa Timur 19,2 persen, serta Kabupaten Sidoarjo 16,1 persen.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
