
Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (5/8) malam/(Istimewa).
JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memprioritaskan aktivasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten dan kota dengan prevalensi stunting tinggi.
Langkah tersebut dilakukan setelah BGN menerima pemetaan wilayah stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk disinkronkan dengan lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah tersedia.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, data stunting yang dimiliki Kemenkes akan menjadi acuan dalam mempercepat pelaksanaan program MBG di wilayah yang membutuhkan intervensi gizi.
"Jadi saya mendapatkan list, ini kan memang yang mendata di Kementerian Kesehatan ini top luar biasa ya. Jadi CKG (Cek Kesehatan Gratis), kemudian pelibatan data mendata siapa stunting di mana stunting itu ada semua," kata Sudaryono usai bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan para ahli gizi di Kemenkes, Rabu (5/8) malam.
Mas Dar, sapaan akrabnya menjelaskan, data tersebut juga memuat informasi mengenai anak sekolah yang teridentifikasi mengalami stunting serta status mereka sebagai penerima manfaat MBG.
Berdasarkan pemetaan tersebut, lanjut Mas Dar, BGN kemudian mencocokkan wilayah dengan angka stunting tinggi dengan keberadaan dapur MBG yang sudah dibangun. Dapur yang telah tersedia akan segera diaktifkan, sedangkan daerah yang belum memiliki fasilitas akan menjadi prioritas pembangunan.
"Nah sehingga berdasarkan dari peta yang kemudian diberikan oleh Pak Menkes tadi ya, ada kabupaten kota yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Itu kemudian kami overlay dengan data kami dapur yang apakah di situ ada dapur? Kalau sudah ada, maka kita segera aktivasi," jelas dia.
Baca Juga:Evaluasi Rutin Program MBG, BGN Bakal Bentuk Forum Bareng Ahli Gizi, Chef, hingga Industri Katering
Sudaryono menegaskan, percepatan aktivasi dapur akan menjadi fokus BGN dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan membangun dapur baru di daerah yang belum terlayani.
"Jadi dalam waktu-waktu minggu-minggu ini, hari-hari dan minggu ke depan ini kita fokus bagaimana pengaktivasian atau mengaktifkan dapur-dapur yang berada di wilayah yang kondisi stunting-nya tinggi dan tinggi sekali. Kalau belum ada dapur, kita kalau perlu kita khusus untuk membuat dapur di tempat-tempat itu," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022