
LARANG MUDIK: Papan informasi di pos penyekatan di bundaran Waru pada Jumat (7/5). Dewan mengusulkan penjagaan pos perbatasan 24 jam. (Frizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkot menyiapkan langkah antisipasi jika ada pemudik yang lolos dari penyekatan di 17 titik perbatasan kota. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya sudah meminta para pengurus RT dan RW untuk mendata ulang warganya. Termasuk para penghuni kos-kosan. Warga yang diketahui baru datang dari luar kota diwajibkan isolasi mandiri selama lima hari.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Irvan Widyanto mengatakan, pemkot tidak ingin main-main soal aturan isolasi mandiri selama lima hari. Meski demikian, warga atau pemudik diberi pilihan. Mereka bisa melakukan karantina mandiri di hotel, penginapan, atau kos-kosan. Bisa pula isolasi mandiri di rumah sendiri. Tapi, satu keluarga harus ikut isolasi.
Semua kebutuhan dan biaya isolasi dibebankan kepada warga tersebut. Masa isolasi minimal lima hari. Sebab, kata Irvan, gejala-gejala Covid-19 baru bisa terlihat setelah lima hari. ’’Setelah itu, tes lagi. Kalau negatif, monggo bisa berlebaran dengan tenang,’’ tutur mantan camat Rungkut itu.
Irvan mengingatkan, siapa saja bisa menjadi pembawa virus. Warga yang datang dari luar kota dianggap berpotensi membawa virus karena tidak ada yang tahu riwayat kontak eratnya dengan siapa saja. Pemkot sudah menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah agar disampaikan ke pengurus RT/RW.
Pendataan warga luar kota sudah berjalan. Menjelang hari H, Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo akan memantau wilayah masing-masing. ’’Kalau ada warga yang baru datang, wajib didata,’’ ucapnya.
Hal pertama yang ditanyakan adalah asal kota keberangkatan. Kemudian, warga atau pemudik wajib menunjukkan hasil negatif untuk swab PCR atau rapid antigen. Pengambilan sampel maksimal 1 x 24 jam. ’’Kalau positif atau tidak bisa menunjukkan hasil tes, langsung karantina,’’ tegasnya.
Irvan mengatakan, selama masa pelarangan, tim Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo akan melakukan pengawasan rutin. Kampung harus benar-benar dijaga agar tidak ada persebaran virus korona seperti Lebaran tahun sebelumnya. Sebab, kondisi Surabaya sudah menunjukkan tren yang positif. Jumlah kasus terus berkurang.
Bahkan, tidak sedikit kelurahan yang sudah benar-benar bebas dari Covid-19. Irvan berharap kondisi persebaran Covid-19 yang telah terkendali itu terus dijaga. Tidak cukup hanya satgas dan aparat pendukung lainnya.
’’Pemerintah juga harus terlibat dalam pencegahan persebaran Covid-19 ini,’’ terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi langkah pemkot yang memperketat mitigasi sampai ke tingkat kampung. Pihaknya yakin momen Lebaran Idul Fitri tahun ini akan berjalan dengan baik tanpa adanya masalah, khususnya terkait Covid-19.
Baca Juga: Mudik Lokal Dilarang, Pemkot Surabaya Perketat Perbatasan
Sebab, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga protokol kesehatan (prokes) kian meningkat. Artinya, secara tidak langsung masyarakat juga ikut berperan dalam memerangi virus yang menyerang saluran pernapasan itu. ’’Kita semua berharap pandemi ini segera berakhir dan semuanya bisa kembali berjalan normal,’’ jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
