
Perluasan tulisan aksara Jawa di Surabaya bukan cuma di instansi pemerintah juga di kawasan usaha.
JawaPos.com–Pimpinan DPRD Kota Surabaya mendorong penggunaan tulisan aksara Jawa di Kota Pahlawan diperluas. Tidak hanya pada instansi pemerintahan, melainkan juga di kawasan tempat usaha.
”Selama ini kan instruksi wali kota baru di sekitar balai kota dan kantor kelurahan, ditambah kantor OPD (organisasi perangkat daerah) untuk memperingati Hari Aksara,” kata Wakil Ketua DPRD Surabaya A. H. Thony seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (7/11).
Menurut dia, tulisan aksara Jawa akan menjadi ramai ketika toko-toko di mal, bahkan pasar tradisional, kemudian deretan tempat usaha di pinggir jalan, juga memakai tulisan Aksara Jawa. Perluasan terhadap pengenalan tulisan aksara Jawa itu bisa menjadi objek untuk menambah pendapatan melalui program padat karya.
”Padat karya yang sedang ditumbuhkan pemkot bisa memproduksi aksara Jawa ini,” ujar Thony.
Kemudian, lanjut dia, orang tua yang selama ini mendapatkan bantuan makanan dari pemerintah kota (pemkot) bisa diberdayakan untuk mengajar aksara Jawa di lingkungannya. ”Yang banyak tahu ini kan para orang tua. Jadi mereka ini bisa berdaya dan berkarya,” ucap Thony.
Thony membeberkan target tulisan aksara Jawa yakni pertama dilihat, membaca, ditata, kemudian baru terasa.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya telah meminta kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya untuk menyiapkan penulisan aksara Jawa pada setiap kantor OPD. Penulisan aksara Jawa itu sudah harus terpasang sebelum 10 November 2023.
”Jadi nanti tulisan pemkot itu ada tulisannya (aksara Jawa), misal di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) itu ada aksara Jawa,” kata Cak Eri panggilan akrab Eri Cahyadi.
Cak Eri mengatakan, pemasangan aksara Jawa sudah dimulai dari lingkungan Balai Kota Surabaya dan selanjutnya dilakukan di setiap pintu-pintu masuk Pemkot Surabaya.
”Ruang-ruang di Balai Kota juga diberi tulisan aksara Jawa. Kita harus mengingat, jangan lupa sejarah,” terang Eri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
