Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Maret 2021 | 20.49 WIB

Armudji Menolak Rencana Impor 1 Juta Ton Beras

SEPAKAT TOLAK IMPOR BERAS: Wakil Wali Kota Surabaya Armudji (kanan) saat meninjau stok beras di gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara, Selasa (23/3). (Tim Armudji for Jawa Pos) - Image

SEPAKAT TOLAK IMPOR BERAS: Wakil Wali Kota Surabaya Armudji (kanan) saat meninjau stok beras di gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara, Selasa (23/3). (Tim Armudji for Jawa Pos)

JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya Armudji mendeklarasikan penolakan atas rencana impor 1 juta ton beras. Menurut dia, tidak ada urgensi yang tepat bagi Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras. Apalagi di tengah musim panen raya petani saat ini.

Penolakan itu disampaikan Cak Ji, sapaan karib Armudji, saat meninjau ketersediaan beras di gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara, Selasa (23/3). Berdasar hasil sidak, Cak Ji memastikan bahwa Surabaya dan daerah sekitarnya masih aman.

Stok beras tahun pengadaan 2020 masih tersedia cukup banyak. Tumpukan ribuan karung beras tersusun rapi di dalam gudang tersebut. ’’Kemasan serta kualitasnya bagus sehingga tidak ada alasan untuk impor,’’ tegas Cak Ji.

Apalagi pada saat panen raya itu, otomatis ketersediaan beras dalam negeri, termasuk di Kota Surabaya, akan terus bertambah. Sebab, Bulog akan menyerap beras hasil produksi petani.

Armudji menilai impor beras oleh Kemendag justru merupakan bentuk pembangkangan terhadap Presiden Jokowi yang getol mendorong program kedaulatan pangan. Selain itu, meminta masyarakat untuk cinta produk dalam negeri.

’’Justru rencana impor beras ini pelemahan terhadap petani,’’ papar politikus senior PDI Perjuangan itu.

Saat ini, lanjut Cak Ji, Pemkot Surabaya mendorong agar masyarakat mau melakukan diversifikasi pangan. Bentuknya tidak terpaku pada beras saja sebagai sumber karbohidrat. Masyarakat, imbuh dia, juga bisa mengonsumsi singkong hingga ubi sebagai sumber karbohidrat selain beras.

Baca Juga: Kasus Oknum Polisi Peras Rp 2,5 Miliar, Henry: Kapolda Marah Betul

Selain itu, untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan, pemkot juga aktif menggalakkan program urban farming dengan memanfaatkan lahan tidur. Bentuknya mirip budi daya hidroponik hingga tabulampot. Upaya itu dioptimalkan sebagai solusi keterbatasan lahan. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/EmFtO_BnegU

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore