
KESAN SERAM: Kondisi blok B 1 yang penuh semak belukar. Konon, banyak makhluk astral yang menjaga area Kalisosok secara berlapis. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
Baru selangkah memasuki bekas Penjara Kalisosok, bulu kuduk instan berdiri. Bangunan tua yang keropos, tumbuhan liar bergayut di mana-mana, plus cerita tentang banyaknya tahanan yang dulu mati saat disiksa menjadi kombinasi yang lumayan menggetarkan keberanian.
---
ROMBONGAN yang terdiri atas penggiat sejarah dan staf Kelurahan Krembangan mendatangi bangunan yang ada sejak zaman kompeni itu pada siang hari. Namun tetap saja, hawa tak enak menerpa. Bangunan cagar budaya (BCB) itu bukannya tak terjamah manusia. Namun, areanya memang cukup luas, yakni 3,5 hektare. Sebagian digunakan untuk beraktivitas. Sebagian lagi dibiarkan begitu saja.
Saat menuju kawasan utama, pandangan mata dipaksa untuk melihat ke bawah agar dapat memilih jalan yang aman. Sebab, jalur dipenuhi semak belukar dan padatnya vegetasi. Di kawasan tersebut ada kamar untuk sipir penjara kala itu. Kini belasan kamar tersebut menjadi kamar kos murah bagi siapa pun yang menginginkan.
Nah, untuk menengok deretan kamar di lantai 2 itu, rombongan harus melintasi lorong yang gelap. Saking gelapnya, dibutuhkan bantuan cahaya dari sinar senter telepon genggam. Di ujung lorong, ada anak tangga. Lurah Krembangan Selatan Sudirman sempat menaiki beberapa anak tangga sebelum akhirnya bergegas turun. ’’Ada yang berdiri di belakangku. Tinggi besar. Wis aku turun langsung,” ceritanya.
Dia pun bergegas menyusuri batas terluar bangunan penjara untuk segera bertemu rombongan lain di halaman utama. Dekat dengan pintu gerbang. Juga memilih tidak terlibat dalam perjalanan selanjutnya ke bagian lain Kalisosok. ”Nggak wis. Saya hanya di dekat gerbang saja. Tau gitu nggak masuk. Padahal ingin tahu aja,” ujarnya sambil menenangkan diri setelah kejadian tak mengenakkan tadi.
Sudirman memang tak masuk lewat gerbang. Dia mengakses Kalisosok lewat tembok yang dijebol oknum tak bertanggung jawab. Sementara itu, penggiat sejarah dari Komunitas Laskar Soerabaja Muhammad Saiful memilih lewat gerbang utama penjara. Sebab, ada energi cukup besar yang terpusat di pintu masuk itu. ”Kulonuwun (minta izin, Red) dulu,” katanya.
Energi itu berasal dari makhluk astral yang diduga penjaga Kalisosok. Kata Saiful, perawakannya tinggi dan besar. Tingginya melebihi ukuran pintu penjara, 3,5 meter. ’’Namanya Guno. Mungkin itu namanya dulu. Dia ditugasi menjaga lapisan terluar,” lanjutnya.
Dari interaksi yang dia lakukan, Guno mengaku warga setempat yang dulunya centeng kawasan tersebut, jauh sebelum penjara dibuat.
Saat masih hidup, Guno menjaga kawasan yang dulu menjadi tempat perlindungan kompeni dari serangan dadakan para pejuang bumiputera itu. Dia meninggal dan disemayamkan di sana. ”Ngarahkan saya. Kalau mau masuk sampai sana saja. Sambil nunjuk ke dalam. Ternyata karena penjaganya berlapis,” tuturnya.
Menurut Guno, para makhluk ghaib yang ada di situ merasa terusik dengan kedatangan rombongan. Sebab, tidak pernah ada yang menjamah kawasan tersebut dengan jumlah besar selama 23 tahun terakhir. Namun, Saiful meyakinkan bahwa kunjungan itu tidak untuk mengganggu.
Rombongan lantas menuju sel blok A yang punya dua sumur berair. Konon, para napi yang terluka karena siksaan, lalu mandi di sumur itu langsung berangsur pulih. ”Di situ. Dekat sumur. Ada penjaga juga. Orang tua. Bisa disebut panglima di kawasan sumur tersebut. Namanya Grado. Tapi, ada yang lebih tua dan kuat lagi,” ungkapnya.
Perawakannya tinggi. Tampilannya rapi. Berjenggot putih dan menggunakan udeng. ”Iya, berdiri di dekat sumur. Nggak lama hilang. Lalu, mantau lagi. Itu yang ditunjuk oleh centeng di depan tadi,” lanjut Saiful,
Setelah mengunjungi blok A, rombongan bergerak menuju blok B 1. Di kawasan itu, energi yang dirasakan Saiful termasuk kuat. Bahkan, dia mengaku sedang diawasi Grado yang tak jauh dari rombongan. ”Dia kasih isyarat untuk tidak masuk lebih dalam lagi,” ujarnya sambil menunjukkan bulu halus di tangannya yang mendadak berdiri.
Baca Juga: Jika Ingin Sewa Pesawat, Tim Indonesia Harus Alokasikan Hampir Rp 1 M
Menurut Saiful, semua kawasan tentu memiliki energi dari makhluk astral. Termasuk kawasan Penjara Kalisosok. Berbagai arwah yang menjadi tumbal dan meninggal tak wajar pun berseliweran. Bagi dia, itu wajar. Sebab, hal yang gaib tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Justru dengan memercayai hal gaib bisa menjadi sarana seorang hamba untuk memperkuat keimanan kepada Sang Pencipta.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/XnHi67-nTKY

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
