Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 14.35 WIB

Daop 8 Surabaya Beri Kompensasi Tiket 100 Persen Imbas Kecelakaan

Petugas berupaya melakukan penanganan gerbong kereta api yang anjlok di kawasan Kalimenur, Sukoreno, Kulonprogo, D.I Jogjakarta, Selasa (17/10). - Image

Petugas berupaya melakukan penanganan gerbong kereta api yang anjlok di kawasan Kalimenur, Sukoreno, Kulonprogo, D.I Jogjakarta, Selasa (17/10).

JawaPos.com–PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya memberikan kompensasi kepada pelanggan yang mengalami keterlambatan KA. Yakni berupa pengembalian bea 100 persen atau pengalihan perjalanan imbas insiden kecelakaan di Jogjakarta.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif mengatakan, pengembalian bea tiket (refund) dapat dilakukan di seluruh stasiun keberangkatan KA jarak jauh hingga H+7 dari tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket.

”Pelanggan dapat melakukan pengembalian tiket atau refund 100 persen apabila terjadi keterlambatan keberangkatan KA di stasiun keberangkatan yang diperkirakan berlangsung satu jam atau lebih,” ucap Luqman Arif seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, lanjut dia, pelanggan yang membatalkan perjalanan di stasiun keberangkatan atau di tengah perjalanan karena menolak menggunakan sarana kereta atau moda transportasi pengganti.

Sementara itu, hingga hari ini (19/10), jalur hulu antara Stasiun Sentolo-Stasiun Wates di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, sudah steril dan dapat dilalui kereta api dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

”KAI mengucapkan terima kasih kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses normalisasi jalur rel antara Sentolo - Wates. Hasil koordinasi dengan petugas di Daop 6 Jogjakarta mengabarkan saat ini satu jalur rel sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas. Sejumlah perbaikan jalur rel terus dilaksanakan agar dapat segera beroperasi kembali,” ujar Luqman Arif.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) investigasi menyeluruh peristiwa anjloknya Kereta Api (KA) Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng - Gambir di KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo - Stasiun Wates di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), pada Selasa (17/10) sekitar 13.15 WIB.

”Kami berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi penyebab anjloknya kereta tersebut,” kata Direktur Utama (Dirut) KAI Didiek Hartantyo di Kulon Progo, Rabu (18/10).

Dia mengatakan, sudah memeriksa masinis KA Argo Semeru yang anjlok. Selain itu memeriksa masinis dari KA Argo Wilis yang bersenggolan dengan KA Argo Semeru usai anjlok.

Berdasar pemeriksaan sementara, lanjut dia, masinis KA Argo Wilis sempat melakukan pengereman. Namun jarak yang sudah terlalu dekat membuat senggolan tak bisa dihindari.

”Kami belum berani menyimpulkan apa penyebab dari peristiwa kemarin. Apalagi kondisi kereta juga laik jalan, dan semua prosedur sudah dijalankan,” tutur Didiek.

Namun demikian Didiek Hartantyo mengatakan, KAI terus mendalami penyebab anjloknya KA Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng - Gambir.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore