Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Oktober 2023 | 18.30 WIB

Penjurian Kampung Surabaya Hebat Tahap Ketiga: Pengembangan Ekowisata Kampung Jadi Nilai Tambah

SIAP JADI PEMENANG: Pemateri berfoto bersama peserta workshop Kampung Surabaya Hebat (KSH) di Graha Sawunggaling kemarin (12/10). Untuk menjuarai KSH, RW diminta memunculkan potensi kampungnya. - Image

SIAP JADI PEMENANG: Pemateri berfoto bersama peserta workshop Kampung Surabaya Hebat (KSH) di Graha Sawunggaling kemarin (12/10). Untuk menjuarai KSH, RW diminta memunculkan potensi kampungnya.

JawaPos.com – Sebanyak 150 RW yang lolos penjurian tahap kedua Kampung Surabaya Hebat (KSH) mendapatkan pelatihan. Dalam workshop di Graha Sawunggaling itu, peserta diminta menggali potensi kampungnya untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Achmad Eka Mardijanto menyatakan, pelatihan itu diadakan untuk memberikan bekal bagi peserta. Sebab, penjurian tahap ketiga dimulai dalam waktu dekat. ”Nanti ada 75 RW yang lolos di babak ketiga,” ujarnya.

Penjurian tahap ketiga bakal lebih ketat. Peserta harus memaparkan keunggulan kampung masing-masing. Bobot penilaian potensi itu mencapai 30 persen. Selebihnya, juri akan menilai kondisi di lapangan.

Menurut Achmad, 150 RW itu harus mampu memunculkan potensi di wilayah masing-masing. Bukan hanya soal pengolahan sampah, tetapi juga pengembangan sektor UMKM. ”Sehingga nanti terbentuk kampung madani. Selain itu, pengelolaan sampah dan UMKM oke,” katanya.

Subkoordinator Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Annisa Zaraswati menuturkan bahwa peserta yang menata dan mengolah sampahnya dengan baik berpeluang besar menjadi juara.

Namun, pihaknya juga berharap RW mengembangkan ekowisata. Setiap kampung juga harus membuat kuliner khas dan suvenir.

”Bisa menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung. Karena Surabaya menjadi jujukan wisatawan dari kapal pesiar,” jelasnya.

Menurut dia, banyak kampung di Surabaya yang memiliki potensi wisata. Hanya, kesadaran untuk mengembangkannya masih kurang.

Dengan adanya KSH ini, lanjut Annisa, diharapkan muncul kampung-kampung wisata baru di metropolis. ”Yang penting, harus ada keberlanjutannya. Jangan pas ada penilaian saja,” ujarnya.

Khoirun Nisa, salah satu peserta yang lolos penjurian 150 besar KSH, mengungkapkan bahwa kampungnya RT 2, RW 2, Kelurahan Jepara, Bubutan, sudah menyiapkan inovasi.

Salah satunya adalah kerak telor yang dijadikan pupuk. Termasuk program urban farming di tengah permukiman. ”Kami siap menuju 75 besar,” tegasnya. (omy/c14/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore