
BERBASAH-BASAH: AKBP Kusworo Wibowo memberikan bantuan kepada anak-anak korban banjir di Desa Deliksumber, Benjeng, kemarin sore. (Galih Waicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kali Lamong kembali meluap. Hingga Minggu sore (13/12), setidaknya 23 desa tergenang. Banjir itu dipicu hujan deras sehingga Kali Lamong meluber. Bahkan, tanggul di wilayah Dawarblandong, Mojokerto, jebol. Kawasan Gresik Selatan pun turut merasakan dampaknya.
Dari pantauan Jawa Pos kemarin, akibat luapan itu, Jalan Cerme–Benjeng ditutup total. Akses lalu lintas pun lumpuh total. Dari Pasar Benjeng ke arah barat, ketinggian air sudah mencapai 60 sentimeter. Ke arah barat lagi, ketinggian air semakin parah. Karena itu, warga di wilayah Benjeng maupun Balongpanggang terpaksa memarkir kendaraan sebelum pasar.
Di Desa Munggugianti dan sekitarnya, ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa. Aliran air cukup deras. ’’Banjir kali ini merupakan banjir terbesar sejak saya menjabat di BPBD (badan penanggulangan bencana daerah). Karena itu, seluruh petugas terjun dan perahu-perahu juga stand by,’’ kata Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sugito.
Berdasar data sementara, ada 13 desa di Kecamatan Balongpanggang dan 10 desa di Kecamatan Benjeng yang tergenang. Namun, sampai kemarin sore, pihaknya belum menerima kabar ada warga yang mau dievakuasi. Padahal, air sudah sangat tinggi. ’’Perkiraan belum akan surut, malah bisa naik. Sebab, hujan kembali mengguyur wilayah Lamongan dan Gresik,’’ katanya.
Luapan Kali Lamong terjadi sejak kemarin sekitar pukul 01.00. Air mulai masuk ke rumah-rumah pukul 02.00. ’’Kami sudah membuka dapur umum di Balai Desa Munggugianti. Jadi, warga yang tidak bisa memasak dapat memanfaatkan dapur umum. Kami terus siaga. Dari pantauan, air sudah mengalir ke utara jalan protokol dan mengarah ke timur,” kata Abdul Mukid, anggota Tagana Gresik.
Sementara itu, luapan Kali Lamong kali ini juga membuat salah satu rumah warga di Benjeng ambruk. Yakni, rumah milik Jamaludin, warga Dusun Rayung, Benjeng. Rumah sederhana dekat gapura dusun itu roboh setelah diterjang derasnya air. Kondisi kampung yang menjorok ke bawah membuat air mengalir deras dari jalan raya. ’’Baru kali ini paling parah. Bagian belakang rumah sampai ambruk,” kata Jamaludin saat ditemui di teras rumahnya.
Selain bagian belakang ambruk, rumah Jamaludin tergenang cukup tinggi. Sekitar 70 sentimeter. Dia pun bingung tidur di mana. Sebab, di rumah yang ditinggali itu, ada anaknya yang masih balita. ’’Ini nggak berani ke mana-mana. Takut arusnya deras. Tim BPBD sudah ke sini,” ucapnya.
Cuaca buruk tidak hanya membuat Kali Lamong meluap. Afvoer di wilayah Driyorejo kemarin juga meluap. Anak Kali Surabaya itu memang kerap meluap ketika hujan deras terjadi. Salah satu desa terdampak adalah Sumput. Air itu menggenangi jalan poros dengan ketinggian 1 meter. Kali Lamong menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sedangkan afvoer tersebut merupakan kewenangan Provinsi Jatim.
Bocah SMP Terseret Arus
Seorang anak berusia 13 tahun juga dilaporkan hanyut setelah terseret arus air luapan Kali Lamong. Hingga kemarin sore, korban yang masih pelajar SMP itu belum ditemukan. Korban tersebut bernama Nafisah, warga Desa/Kecamatan Benjeng.
Informasi yang dihimpun, tragedi itu bermula saat korban bersama dengan temannya ingin jalan-jalan melihat banjir. Lalu, mereka berjalan ke arah barat. Sekitar pukul 10.00, arus air sedang deras-derasnya. Di Jalan Raya Kedungrukem, air dari selatan mengalir ke utara melintasi jalan raya. Keduanya terus berpegangan tangan.Nahas, tidak lama berselang, dua siswi SMP itu pun terseret arus. Lalu, jatuh ke area persawahan.
Baca Juga: ONH Lunas, Sudah Pamit ke Tetangga, Gagal Berangkat, Agen Haji Digugat
Menurut Tatik, warga setempat, korban saat itu bersama temannya bernama Aliyah, warga Guranploso, Benjeng. ’’Maunya jalan-jalan melihat banjir. Korban ini tinggi kurus,” katanya.
Ketika dikonfirmasi, Kepala BPBD Pemkab Gresik Tarso Sugito mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan sejumlah perahu untuk mencari korban yang terseret arus luapan Kali Lamong tersebut. ’’Sebelum dua anak itu, ada juga laporan satu keluarga yang terdiri atas lima orang terseret arus. Beruntung, kelimanya selamat. Kami bersama relawan dan warga terus berupaya mencari korban. Semoga saja lekas ditemukan,’’ paparnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=v-aV3m6Cko8

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
