
Ilustrasi Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya.
JawaPos.com–Kondisi Sentra Wisata Kuliner (SWK) Mangrove Wonorejo Surabaya cukup mengelus dada. Dari 10 stan tersisa 3 stan yang buka dan berupaya bertahan hingga kini.
Salah seorang pedagang makanan Suti (bukan nama sebenarnya) mengatakan, kondisi stan SWK Mangrove Wonorejo sepi sejak pandemi. Perlahan, para pedagang meninggalkan stan.
”Waktu pandemi sudah perlahan dibuka statusnya itu pedagang masih bertahan tapi benar-benar sepi pembeli,” ujar dia kepada JawaPos.com.
Para pedagang makanan di stan Mangrove Wonorejo Surabaya itu tak diwajibkan membayar iuran sewa. Alias gratis.
”Sewa gratis tapi sepi. Yang jualan di sini juga rumahnya jauh-jauh, ada dari Manukan. Terlilit utang ya nggak jualan,” ungkap dia.
Dia berharap, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bisa memberikan intervensi terhadap kondisi stan yang sepi itu. Misalnya, Pemkot Surabaya dapat membuat acara di Mangrove Wonorejo Surabaya.
”Dulu bu Risma jadi Wali Kota Surabaya, setahun bisa empat kali berkunjung di Mangrove Wonorejo ini,” terang dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
