
Photo
JawaPos.com − Pemandangan berbeda di langit Surabaya, Minggu siang (15/11). Awan putih berbentuk bulat mengelilingi matahari. Alhasil, fenomena yang dikenal dengan halo matahari itu menjadi perhatian warga Surabaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, kejadian itu imbas sinar matahari ke awan sirus.
Prakirawan BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto mengatakan bahwa fenomena halo matahari atau lingkaran cincin merupakan hal yang biasa. Penyebabnya adalah adanya pantulan matahari ke awan sirus. ”Ini bisa terjadi kapan saja,” katanya kemarin sore.
Dia menjelaskan, awan sirus merupakan awan kelompok tinggi. Suhunya mencapai minus 70−80 derajat Celsius. Kondisinya mirip es. Bahkan, bisa lebih dari itu lantaran saking dinginnya.
Nah, karena kondisi yang terik, akhirnya sinar matahari memantul dan membentuk lingkaran mirip cincin. Hal itu tampak seperti terdapat garis panjang di langit. Biasanya terbentuk saat ada pesawat yang melintas. Nah, uap panas dari pesawat tersebut mengenai awan sirus.
Terbentuknya halo matahari diprediksi terus terjadi. Apalagi mendekati musim hujan. Menurut Ady, fenomena itu lebih sering terjadi saat musim kemarau. Termasuk pada saat peralihan musim seperti sekarang.
Sementara itu, dalam beberapa hari ini, cuaca di Surabaya terasa sangat terik. Suhu kota metropolis kemarin siang terpantau 34−35 derajat Celsius. Bahkan, angka tersebut masih bertengger meski menjelang sore.
Dokter Jemima Lewi Santoso MSi mengungkapkan, tidak disarankan mengonsumsi air es saat kondisi cuaca seperti sekarang. Menurut dia, lebih baik memperbanyak minum air putih dan air isotonik.
Air es yang bersuhu dingin memang lebih cepat membuat lega. Namun, lanjut Jemima, efeknya secara tidak sadar, orang itu hanya meminum kuantitas air yang sedikit per hari. ”Karena rasa segar yang didapat lebih cepat timbul dari air es dibandingkan air bersuhu biasa,” paparnya kemarin.
Secara terpisah, Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana menuturkan, cuaca terik beberapa hari terakhir bukan karena adanya gelombang panas.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=weS9CsNCnyM

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
