Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 November 2020 | 01.39 WIB

Awan Sirus Jadi Penyebab Fenomena Halo Matahari

Photo - Image

Photo

JawaPos.com − Pemandangan berbeda di langit Surabaya, Minggu siang (15/11). Awan putih berbentuk bulat mengelilingi matahari. Alhasil, fenomena yang dikenal dengan halo matahari itu menjadi perhatian warga Surabaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, kejadian itu imbas sinar matahari ke awan sirus.

Prakirawan BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto mengatakan bahwa fenomena halo matahari atau lingkaran cincin merupakan hal yang biasa. Penyebabnya adalah adanya pantulan matahari ke awan sirus. ”Ini bisa terjadi kapan saja,” katanya kemarin sore.

Dia menjelaskan, awan sirus merupakan awan kelompok tinggi. Suhunya mencapai minus 70−80 derajat Celsius. Kondisinya mirip es. Bahkan, bisa lebih dari itu lantaran saking dinginnya.

Nah, karena kondisi yang terik, akhirnya sinar matahari memantul dan membentuk lingkaran mirip cincin. Hal itu tampak seperti terdapat garis panjang di langit. Biasanya terbentuk saat ada pesawat yang melintas. Nah, uap panas dari pesawat tersebut mengenai awan sirus.

Terbentuknya halo matahari diprediksi terus terjadi. Apalagi mendekati musim hujan. Menurut Ady, fenomena itu lebih sering terjadi saat musim kemarau. Termasuk pada saat peralihan musim seperti sekarang.

Sementara itu, dalam beberapa hari ini, cuaca di Surabaya terasa sangat terik. Suhu kota metropolis kemarin siang terpantau 34−35 derajat Celsius. Bahkan, angka tersebut masih bertengger meski menjelang sore.

Dokter Jemima Lewi Santoso MSi mengungkapkan, tidak disarankan mengonsumsi air es saat kondisi cuaca seperti sekarang. Menurut dia, lebih baik memperbanyak minum air putih dan air isotonik.

Air es yang bersuhu dingin memang lebih cepat membuat lega. Namun, lanjut Jemima, efeknya secara tidak sadar, orang itu hanya meminum kuantitas air yang sedikit per hari. ”Karena rasa segar yang didapat lebih cepat timbul dari air es dibandingkan air bersuhu biasa,” paparnya kemarin.

Secara terpisah, Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana menuturkan, cuaca terik beberapa hari terakhir bukan karena adanya gelombang panas.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=weS9CsNCnyM

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore