
Pemandangan di kawasan Ketabangkali dengan adanya patung Suro dan Boyo yang berwarna-warni menambah keindahan sudut kota Surabaya kemarin malam. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perekonomian nasional diterpa badai resesi. Dari perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal ketiga, persentasenya minus 3,49 persen. Situasi itu dikhawatirkan merambah Kota Pahlawan. Namun, pemkot sudah melakukan langkah antisipasi.
Sejumlah solusi telah dirancang. Langkah itu dilakukan untuk melindungi perekonomian warga Surabaya agar tidak terjerembap ke jurang penurunan ekonomi.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Agus Heby Djuniantoro menuturkan bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sudah merancang strategi. Tujuannya melindungi perekonomian Surabaya. Tercatat ada empat poin penting yang dijabarkan.
Pertama, memastikan ketersediaan bahan pokok. Caranya adalah dengan melakukan pengawasan. Petugas turun mengecek ketersediaan bahan pangan di seluruh pasar. ”Ketika ada yang kurang, harus segera ditambah,” paparnya.
Bahan pokok harus dijaga. Sebab, jika ketersediaan menipis, bahkan tidak ada di pasaran, warga bisa terdampak. Harga komoditas itu pun melambung. Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, Risma berdiskusi dengan distributor. Dia meminta pelaku pasar tersebut terus mencukupi bahan pangan. Ketika ada kendala, segera disampaikan.
Contohnya, kendala pengiriman. Pemkot bakal membantu dengan mengerahkan alat transportasi. Yakni, truk satpol PP dan linmas. Langkah darurat itu pernah dilakukan pada 2011. ”Kami akan bantu distributor,” jelasnya.
Ketika bahan pangan melambung tinggi, pemkot menggelar operasi pasar. Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah titik. Tujuannya, harga bisa kembali normal.
Upaya kedua adalah dengan ketahanan pangan. Warga diminta mencukupi kebutuhan hidupnya. Yakni, dengan bercocok tanam. Misalnya, warga yang memiliki tanah pekarangan. Lahan itu bisa ditanami umbi-umbian hingga sayuran. Pemkot sudah memberikan contoh. Di balai kota, pemkot menanam jagung, sorgum, serta padi. Hasilnya dibagikan kepada warga.
Cara lain dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Yakni, memanfaatkan aset pemkot untuk dijadikan lahan produktif. Contohnya, di Kelurahan Jeruk, Lakarsantri. Pemkot memiliki aset seluas 7,6 hektare. Lahan tersebut merupakan bekas tanah kas desa (BTKD). Kini tanah itu disulap menjadi lahan produktif. Ditanami ketela rambat, sayuran, serta buah-buahan. ”Sudah beberapa kali panen. Hasilnya langsung dibagikan kepada warga. Gratis,” terangnya.
Ketiga, pemberian bantuan sosial (bansos). Pandemi korona memukul perekonomian warga. Alhasil, pemerintah pusat, pemprov, dan pemkot turun memberikan bantuan. Di antaranya, bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial beras (BSB).
Heby menuturkan, pemkot terus melakukan pengecekan. Data penerima dipelototi. Tujuannya, bantuan itu tersalurkan dengan benar. ”Yang menerima memang warga yang membutuhkan,” ucapnya.
Yang tidak kalah penting adalah perhatian pada UMKM. Dalam masa pandemi, tidak sedikit warga yang banting setir dengan menjadi pelaku usaha kecil.
Kepala Bagian Humas Febriadhitya Prajatara mengatakan, pemkot mengeluarkan kebijakan. Seluruh UMKM baru didata. Contohnya, warung makan dan warung kopi.
Langkah itu memiliki dua tujuan. Pertama, memastikan pemilik UMKM warga Surabaya. Setelah didata, pemkot memberikan perhatian. Bentuknya bisa berupa pelatihan dan pemberian modal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
